Menanam Singkong pun Perlu Profesional

Para petani yang memiliki lahan di Dusun Namberan, Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan, Gunungkidul, Yogyakarta diajak meningkatkan produksi singkong. Kementerian Pertanian mengucurkan dana Rp154 juta untuk setiap kelompok sasaran.

NUSANTARA

Jumat, 06 Sep 2013 11:34 WIB

Author

Star Jogya

Menanam Singkong pun Perlu Profesional

Menanam Singkong, Kulonprogo

KBR68H, Yogya - Para petani yang memiliki lahan di Dusun Namberan, Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan, Gunungkidul, Yogyakarta diajak meningkatkan produksi singkong. Kementerian Pertanian mengucurkan dana  Rp154 juta untuk setiap kelompok sasaran.

Mantri Tani Kecamatan Paliyan, Giyanto, menuturkan di Gunungkidul ada enam kecamatan yang menjadi sasaran termasuk Paliyan. Di setiap kecamatan ditentukan satu kelompok tani yang menjadi sasaran program peningkatan produksi singkong. Tujuan dari program tersebut yakni untuk meningkatkan produksi singkong.

“Dana tersebut untuk menanam singkong di lahan seluas 25 hektare. Petani harus mencari bibit sendiri serta pupuk. Bibit yang dibeli pun tidak sembarangan, harus bibit unggul nasional bersertifikasi. Lahannya juga tidak boleh terpencar,” papar dia.

Ia menambahkan, dana harus dialokasikan sesuai dengan ketentuan. Apabila ada kelebihan harus dikembalikan ke kas negara. Apabila kurang, petani tidak bisa minta tambahan.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Karangasem, Nur Rohim, menambahkan melalui program ini petani diajarkan untuk benar-benar mengukur jarak tanam.

Petani tidak menanam dengan jarak tanam seperti biasanya. Jarak tanam yang disarankan yakni satu kali satu meter atau setengah kali dua meter.

“Setiap hektare harus ditanami 10.000 stek bibit, sehingga 25 hektare lahan harus ditanami 250.000 stek bibit. Petani masih bisa menanam tanaman tumpang sari dengan memakai jarak setengah kali dua meter,” imbuh dia.

Sumber: Star FM Jogja
Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Perempuan dan Anak Korban Kekerasan Keluarkan Biaya Sendiri untuk Visum

Tantangan Dalam Reintegrasi Eks-Napiter dan Orang Yang Terpapar Paham Radikalisme

Kabar Baru Jam 15