LBH Siap Bantu Kelurga Korban Kecelakaan Tol Jagorawi

Lembaga bantuan Hukum (LBH) Jakarta berjanji bakal memantau proses hukum korban kecelakaan tol Jagorawi. Pengacara publik LBH Jakarta, Muhammad Isnur mengatakan, hak-hak korban semisal santunan dan bantuan hukum wajib diterima demi terciptanya keadilan.

NUSANTARA

Senin, 09 Sep 2013 13:31 WIB

Author

Eli Kamilah

LBH Siap Bantu Kelurga Korban Kecelakaan Tol Jagorawi

ahmad dhani, kecelakaan tol, KPA, Abdul Qodir Jaelani

KBR68H, Jakarta- Lembaga bantuan Hukum (LBH) Jakarta berjanji bakal memantau proses hukum korban kecelakaan tol Jagorawi. Pengacara publik LBH Jakarta, Muhammad Isnur mengatakan, hak-hak korban semisal santunan dan bantuan hukum wajib diterima demi terciptanya keadilan. 


Meski begitu, kata dia, hingga kini LBH Jakarta belum menerima pengaduan dari keluarga korban. Namun, LBH Jakarta menegaskan, akan menawarkan bantuan hukum yang diperlukan bagi keluarga korban.


"Ada dua hal pertama, kami menunggu dan mengumumkan kami siap membantu. Kedua, kami melihat perkembangan, jika keluarga korban dilanggar haknya, baik pemerintah maupun kepolisian, kami biasanya aktif mencoba datang ke masyarakatnya. Sekarang kami menunggu sejauh mana pemenuhan hak asuransinya, pemulihannya. Kalau kemudian kami memandang kepolisian dan lainnya tidak melakukan komunikasi, kami bisa turun langsung dan menawarkan bantuan," kata Isnur kepada KBR68H


Kecelakaan beruntun yang menewaskan enam orang dan menyebabkan sembilan orang luka berat terjadi di kilometer 8 tol Jagorawi, Jakarta Timur, Minggu (8/9). Mobil sedan yang dikendarai oleh putra musisi Ahmad Dhani, Abdul Qadir Jaelani atau Dul diduga kehilangan kendali hingga membuat kendaraan yang dikendarainya menabrak pembatas jalan tol dengan arah berlawanan, dan menghantam dua kendaraan. Kejadian ini membuat heboh beberapa kalangan. Pasalnya, Dul tidak memiliki SIM dan masih berusia belasan saat mengendarai mobil tersebut.


Editor: Antonius Eko 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11