Komnas Anak: Pemberitaan AQJ Terlalu Vulgar dan Melanggar Hak Konstitusi Anak

KBR68H, Jakarta - Pemberitaan tentang kasus kecelakaan maut yg melibatkan AQJ, anak musisi Ahmad Dhani tidak pernah habis diberitakan oleh sejumlah media.

NUSANTARA

Jumat, 13 Sep 2013 08:42 WIB

Author

Doddy Rosadi

Komnas Anak: Pemberitaan AQJ Terlalu Vulgar dan Melanggar Hak Konstitusi Anak

komnas anak, AQJ, hak konstitusi, media massa, ahmad dhani

KBR68H, Jakarta -  Pemberitaan tentang kasus kecelakaan maut yg melibatkan AQJ, anak musisi Ahmad Dhani tidak pernah habis diberitakan oleh sejumlah media. Bahkan, pemberitaan tersebut cenderung sudah sangat vulgar. Sekjen Komnas Perlindungan Anak Samsul Anwar menilai, pemberitaan media massa terhadap kasus yang menimpa AQJ sudah mengarah kepada bentuk pengadilan semu dan mengarah kepada eksploitasi berantai terhadap kasus anak yang berhadapan dengan hukum (ABH).

“Penayangan wajah utuh dan identitas lengkap yang berulang-ulang tentu akan sangat mempengaruhi aspek psikis AQJ dan dampaknya sangat panjang. Bahkan akan menghambat proses rehabilitasi mental AQJ. Bagaimanapun dia masih kategori anak-anak, yang harus menyongsong masa depan yang panjang,” kata Samsul dalam keterangan pers yang diterima KBR68H.

Komnas Perlindungan Anak, kata Samsul berharap semua pihak untuk menahan diri dan tetap menghargai hak-hak konstitusi AQJ sebagai anak-anak. Karena itu, Samsul berharap media massa secara perlahan mengurangi ekpose berlebih, serta komentar yang cenderung menghakimi dan hak privasi lainnya.

“Karena hal itu jelas-jelas bertentangan dengan hak anak sebagaimana bunyi UU perlindungan anak. Pernyataan ini sebagai bagian komitmen kami dalam penegakan hak-hak anak di Indonesia. Karena dalam perspektif hak anak, sekalipun anak sebagai 'pelaku', namun ia tetaplah disebut korban,”ujar Samsul.

AQJ sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tabrakan di jalan tol Jagorawi, hari Minggu lalu. Dalam kecelakaan tersebut, enam orang tewas. Ayah AQJ, Ahmad Dhani sudah berjanji akan memberikan bantuan kepada anak-anak dari korban yang tewas dalam melanjutkan pendidikan. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

RS di Jalur Gaza Kewalahan Tampung Pasien Covid-19

Kabar Baru Jam 7

Kisah Pendamping Program Keluarga Harapan Edukasi Warga Cegah Stunting

Siapkah Sekolah Kembali Tatap Muka?

Eps8. Food Waste