Kembalikan Uang, Kasus Korupsi Bekas Anggota DPRD Dihentikan

Kejaksaan Negeri Kudus, Jawa Tengah, menghentikan penyidikan kasus korupsi empat bekas anggota DPRD Kudus. Penghentian melalui Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) itu dilakukan dengan alasan para tersangka telah mengembalikan uang kerugian negara.

NUSANTARA

Senin, 16 Sep 2013 19:31 WIB

Author

Pas FM Pati

Kembalikan Uang, Kasus Korupsi Bekas Anggota DPRD Dihentikan

Kembalikan Uang, Kasus Korupsi, Bekas Anggota DPRD, Kudus

KBR68H, Kudus- Kejaksaan Negeri Kudus, Jawa Tengah, menghentikan penyidikan kasus korupsi empat bekas anggota DPRD Kudus. Penghentian melalui Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) itu dilakukan dengan alasan para tersangka telah mengembalikan uang kerugian negara..

Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Kudus, Paidi mengatakan keempat orang tersebut merupakan anggota panitia anggaran DPRD Kabupaten Kudus yang menjadi tersangka kasus korupsi APBD Kudus tahun 2002-2004 senilai Rp 18,6 milyar. Menurut Paidi, keempat tersangka tersebut, yakni Hamdan Suyuti, Wiyono, Jayusman Arif, dan Moh. Dwi Santiko.

Paidi menjelaskan, alasan diterbitkannya SP3 tersebut, karena keempat tersangka tersebut sudah mengembalikan kerugian negara, usianya sudah tua, dan kondisi kesehatannnya mulai terganggu.

“Tersangka kasus korupsi APBD tahun 2002-2004, dilakukan penghentian penyidikan, atas nama Hamdan Suyuti, anggota panitia anggaran, Wiyono juga sama anggota panitia anggaran, Jayusman Arif, ketua fraksi (panitia) anggaran, dan Moh. Dwi Santiko,” jelas Paidi.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Kudus, Paidi menambahkan kerugian negara yang dikembalikan dari masing-masing bekas anggota dewan tersebut, yakni Hamdan Suyuti sebesar Rp 359,94 juta, Wiyono Rp 360,18 juta, Jayusman Arif Rp 378,65 juta, dan Moh. Dwi Santiko Rp 358,96 juta.

Kejaksaan Kudus menetapkan 22 tersangka dalam kasus penyalahgunaan APBD Kabupaten Kudus tahun 2002-2004. Beberapa orang telah menjalani hukuman, beberapa lainnya telah meninggal dunia sebelum kasus ini selesai. Saat ini masih ada 16 orang lainnya yang menanti kejelasan status apakah kasusnya dhentikan atau terus diproses di pengadilan. (Ahmad Rodli)

Editor: Anto Sidharta

Berita Terkait

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.