Jenazah Imigran di Cianjur Terus Bertambah

KBR68H, Jakarta

NUSANTARA

Senin, 30 Sep 2013 22:47 WIB

Author

Erric Permana

Jenazah Imigran di Cianjur Terus Bertambah

imigran, cianjur, pencarian jenazah



KBR68H, Jakarta – Tim SAR kembali menemukan jenazah imigran yang tenggelam lantaran kapal yang ditumpangi karam di perairan Cianjur. Kepala Kepolisian Cianjur, Dedy Kusuma Bakti mengatakan setelah melakukan pencarian hingga sore tadi ada 9 jenazah imigran telah ditemukan. Saat ini total jenazah yang berhasil ditemukan ada 41 jenazah. Kata dia, pencarian akan dilakukan kembali besok pagi dengan target sasaran wilayah timur perairan Cianjur. (Baca: Puluhan Korban Kapal Tenggelam di Cianjur Sulit Diidentifikasi)

“Terakhir itu kondisinya langit mendung, 17.50 itu sudah malam yah, tinggi gelombang 6-7 meter tadi di pantai. Besok saya akan bergerak ke arah timur yah. karena ada kecenderungan cuaca, medan, arah angin dan objek pencarian sasaran kita itu ke wilayah timur. Jadi kemungkinan kita akan bergerak dari arah Sindangbarang kea rah barat, ujar Dedy saat dihubungi KBR68H (30/9).

Kepala Kepolisian Cianjur, Dedy Kusuma Bakti menambahkan pencarian akan dilakukan hingga kamis mendatang. Sebelumnya, warga Kampung Genggong menemukan puluhan orang terdampar di tepi pantai. Mereka diduga imigran gelap dari Timur Tengah, yang menumpang kapal tongkang yang karam di perairan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi. Perairan di wilayah Sukabumi dan Cianjur Selatan tersebut diduga kerap digunakan oleh para imigran gelap asal Timur Tengah untuk berlayar mencari suaka di Pulau Christmas, Australia.

Editor: Nanda Hidayat

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Hakim Diminta Dalami Kesaksian Pelajar Korban Penyiksaan Polisi

Kabar Baru Jam 17

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Omnibus Law untuk Siapa?