Gubernur Jatim Tolak Mobil Murah

Gubernur Jawa timur, Soekarwo ikut menolak kehadiran mobil murah atau Low Cost Green Car (LCGC). Soekarwo mangatakan pemerintah pusat harus membatasi masuknya mobil murah ke Jawa Timur, sebab akan menambah masalah. Seperti minimnya infrastruktur jalan.

NUSANTARA

Selasa, 24 Sep 2013 19:22 WIB

Author

Muji Lestari

Gubernur Jatim Tolak Mobil Murah

mobil murah, soekarwo, jawa timur

KBR68H,Jombang – Gubernur Jawa timur, Soekarwo ikut menolak kehadiran mobil murah atau Low Cost Green Car (LCGC). Soekarwo mangatakan pemerintah pusat harus membatasi masuknya mobil murah ke Jawa Timur, sebab akan menambah masalah. Seperti  minimnya infrastruktur jalan. 


Selain itu, mobil murah bisa menambah polusi di kota dan kabupaten di Jawa Timur menjadi kotor.


"Kalau dilarang itu transportasi masal belum terbangun dengan baik. Kasus sepeda motor, dia menjadi lebih murah naik sepeda motor daripada naik angkutan antar kota. Kalau transportasi masal ini terselesaikan bagaimana kemudian tentang memenuhi jalan? maka salah satu caranya adalah membatasi, kalau melarang nggak mungkin. Karena itu kita harus merubah dari mobil yang membikin udara kita tidak bagus menjadi bagus. Maka solusinya adalah kebutuhan pasar berapa jalanya juga harus dilebarkan," kata Soekarwo.


Selain Soekarwo, sebelumnya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, dan Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo juga menolak kebijakan mobil murah. Bahkan Gubenur DKI Jakarta Joko Widodo sudah mengirimkan surat keberatan ke Wakil Presiden Boediono soal keberatan LCGC. 


Mereka menilai peluncuran LCGC di Indonesia tidak tepat, karena tidak didukung dengan sarana infrastruktur yang memadai. Mobil yang dibandrol dengan harga dibawah Rp 100 juta itu diprediksi akan menimbulkan kepadatan dan kemacetan.


Editor: Antonius Eko 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Persiapan Pemerintah Jawa Barat Hadapi New Normal