Bagikan:

Alasan Pemkot Yogya Lelang Ulang Kendaraan Dinas

Empat kendaraan dinas milik Pemerintah Kota Yogyakarta tidak diambil oleh pemenang lelang yang dilakukan pekan lalu, sehingga dimungkinkan dilakukan lelang ulang melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Jogja.

NUSANTARA

Kamis, 19 Sep 2013 14:46 WIB

Author

Star Jogya

Alasan Pemkot Yogya Lelang Ulang Kendaraan Dinas

Pemkot Yogya, Lelang Ulang, Kendaraan Dinas

KBR68H, Yogya - Empat kendaraan dinas milik Pemerintah Kota Yogyakarta tidak diambil oleh pemenang lelang yang dilakukan pekan lalu, sehingga dimungkinkan dilakukan lelang ulang melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Jogja.

Kepala Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah (DBGAD) Kota Yogya, Hari Setya Wacana mengatakan pihaknya masih akan lihat bagaimana perkembangannya di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Yogya.

“Apabila barang tidak diambil, maka akan dilakukan lelang ulang,” katanya, Rabu (18/9/2013).

Empat kendaraan dinas yang tidak diambil pemenang lelang tersebut terdiri dari tiga unit sepeda motor, yang masing-masing dimenangkan dengan harga lelang sekitar Rp 1,3 juta dari harga limit sekitar Rp 700.000 dan sebuah dump truck Toyota Dyna yang dimenangkan dengan harga lelang Rp 30 juta dari harga limit Rp 7,1 juta.

Pemenang lelang yang tidak mengambil barang dan melunasi harga, akan kehilangan uang jaminan yang telah diserahkan, yaitu Rp 300.000 untuk sepeda motor dan Rp 4 juta untuk truk.

Dibanding lelang tahun lalu, jumlah barang yang tidak diambil oleh pemenang lelang justru bertambah. Pada 2012, hanya ada satu sepeda motor yang tidak diambil oleh pemenang lelang dan kemudian laku saat dilelang pada 2013.

Editor: Anto Sidharta

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Laporan Temuan Ombudsman soal Penanganan Bencana

Most Popular / Trending