3 Gunung di NTT Bergolak Pasca Letusan Rokatenda

KBR68H, Kupang - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memantau tiga gunung api yang ada di Nusa Tenggara Timur. Ketiganya adalah Gunung api Hobalt dan Gunung api Werung di Lembata dan Gunung api Ebulobo di Kabupaten Ngada.

NUSANTARA

Selasa, 03 Sep 2013 07:46 WIB

Author

Silver Sega

3 Gunung di NTT Bergolak Pasca Letusan Rokatenda

Gunung Rokatenda, NTT

KBR68H, Kupang - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memantau tiga gunung api yang ada di Nusa Tenggara Timur. Ketiganya adalah Gunung api Hobalt dan Gunung api Werung di Lembata dan Gunung api Ebulobo di Kabupaten Ngada.

Petugas Pemantau Gunung Api Indonesia Timur, Krisyanto mengatakan tiga gunung api itu bergolak pasca Gunung Rokatenda meletus.

"Kita belum bisa pastikan apakah itu pertumbuhan kubah atau itu merupakan daerah terbakar, karena memang di permukaan belum muncul. Belum kelihatan muncul berupa kubah gitu. Tapi sementara kita pantau terus dan kita juga sudah menaikan statusnya menjadi waspada pada tanggal 23 (Agustus). Dalam rangka persiapan kita atau persiapan juga masyarakat untuk tidak mendekati sekitar areal puncak kita waspadakan sekitar dua km," ujarnya.

Gunung Rokatenda meletus awal bulan lalu menyebabkan lima warga tewas. Sementara Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menghimbau masyarakat menjauhi 3 gunung api yang berstatus siaga.

Staf Ahli Tata Ruang dan Lingkungan Hidup ESDM, Surono mengatakan, 3 gunung yang harus dijauhi itu adalah Gunung Lokon, Sulawesi Utara, Gunung Rokatenda, Nusa Tenggara Timur, dan Gunung Ibu, Maluku Utara.

Editor: Suryawijayanti

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7