10 Dokter Tangani Operasi Bayi Kembar di Rongga Mulut

Tim dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung hari ini (25/9) melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam di rongga mulut usai dirawat selama empat hari.

NUSANTARA

Rabu, 25 Sep 2013 16:52 WIB

Author

Arie Nugraha

10 Dokter Tangani Operasi Bayi Kembar di Rongga Mulut

Operasi Bayi Kembar, Rongga Mulut, RS Hasan Sadikin

KBR68H, Bandung - Tim dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung  hari ini (25/9) melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam di rongga mulut usai dirawat selama empat hari.

Menurut Direktur Utama RSHS Bandung Bayu Wahyudi, tindakan operasi pemisahan atas saudara kembar bayi Ginan Septian Nugraha yang berbentuk parasit itu harus dilakukan segera karena bisa menimbulkan infeksi.

"Mudah-mudahan kita bisa laksanakan dua sampai 3 jam, dan tadi baru berlangsung prosesnya karena persiapan-persiapan, assesment dan melakukan pemutusan operasi. Karena tadi parasitnya sudah membiru artinya kekurangan oksigen dan jaringan kemudian bisa menyebabkan infeksi dan kematian jaringan. Kalau kematian jaringan banyak sebagai sumber masuk bakteri bisa membahayakan bayi itu sendiri," ujar Bayu Wahyudi di ruang bedah syaraf RSHS Bandung.

Direktur Utama RSHS Bandung Bayu Wahyudi menyebutkan sebanyak sepuluh dokter spesialis berbagai penyakit menangani operasi pemisahan saudara kembar yang terlahir cacat dan menempel di rongga mulut bayi Ginan Septian Nugraha.

Dokter RSHS memastikan, Ginan merupakan kembar siam tipe parasit (conjoint twin parasit atau asimetrical conjoint twint). Salah satu kembarannya terlahir tak sempurna dan menjulur dari mulut Ginan.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun