Bagikan:

Upacara HUT RI ke-77, Baasyir: Pertama Kali

"Selama ini belum pernah ikut. Bahkan sejak ponpes ini berdiri."

NUSANTARA

Kamis, 18 Agus 2022 08:51 WIB

HUT RI ke-77

Eksnapi terorisme Abu Bakar Baasyir ikut Upacara Kemerdekaan RI ke-77, Ponpes Ngruki, Rabu (17/8). (KBR/Yudha Satriawan)

KBR, Jakarta - Bekas narapidana kasus terorisme, Abu Bakar Baasyir mengikuti upacara bendera merayakan HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia di kompleks Ponpes Al Mukmin Ngruki Sukoharjo. Dari pantauan di lokasi, Baasyir duduk di tenda tamu undangan dan pimpinan Ponpes. 

Saat pengibaran dan penghormatan pada bendera merah putih, Baasyir tampak duduk dan berbeda sikap dengam tamu dan pimpinan ponpes yang berdiri dan hormat bendera. Usai upacara, Abu bakar baasyir mengatakan baru pertama kali ikut upacara bendera.

" Saya ikut upacara ya baru pertama kali ini. Selama ini belum pernah ikut. Bahkan sejak ponpes ini berdiri. Upacara bendera 17 Agustus kan bentuk rasa syukur mendapat nikmat dari Allah SWT berupa kemerdekaan", jelas Abu Bakar Baasyir, Rabu (17/8/2022).

Dalam upacara bendera itu, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy sebagai inspektur upacara. Sekitar 600 santri ponpes Al Mukmin Ngruki mengikuti upacara tersebut.

Baca juga:


Urutan sesi dalam prosesi upacara bendera 17 Agustus ini dilakukan dengan lancar dan khidmat. Para santri berlatih menggelar upacara bendera 17an ini selama sepekan.

Abu Bakar Baasyir dibebaskan pada 8 Januari 2021. Dia bebas setelah selesai menjalani hukuman vonis 15 tahun dikurangi remisi sebanyak 55 bulan.

Pimpinan Jamaah Anshorut Tauhid (JAT), Abu bakar Ba'asyir, didakwa dengan tujuh pasal berlapis dalam kasus dugaan aksi terorisme. Di antaranya merencanakan pelatihan militer di Pegunungan Jalin Jantho, Aceh Besar, Nangroe Aceh Darusalam pada Februari 2010. Selain merencanakan, Baasyir juga didakwa memberikan bantuan dana untuk pelatihan militer ini.

Remisi

Pemerintah memberi remisi Kemerdekaan RI ke-77 kepada 168 ribuan narapidana dan anak binaan yang menghuni lembaga pemasyarakatan di seluruh Indonesia. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyebut sebanyak 2.700an napi di antaranya dinyatakan langsung bebas.

"Kita memberikan remisi kepada warga negara kita yang telah menjalankan hidup baru Dan ini adalah sesuatu yang normal dan sesuai dengan undang undang negara pemberian remisi. Kita di sini memberi remisi-remisi sama kepada saudara-saudara kita yang lalu," ujar Yasonna, Rabu (17/8).

Yasonna juga menyebut remisi itu diberikan secara khusus kepada para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang mengikuti program-program binaan. Hal itu agar narapidana yang mendapat remisi nantinya bakal siap secara mental, spiritual, dan sosial untuk kembali ke masyarakat. 

Ia berharap remisi ini dapat menjadi motivasi bagi para warga binaan lainnya untuk mengikuti program pembinaan


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Laporan Temuan Ombudsman soal Penanganan Bencana

Most Popular / Trending