Bagikan:

Rendah, Capaian Vaksinasi Booster di Jateng Baru 23 Persen

"Booster satu yang rendah itu masih Tegal dan Pemalang. Ini yang harus didorong biar herd immunity tercapainya karena di Jateng kurang sedikit untuk 30 persennya untuk booster yang pertama,"

NUSANTARA

Senin, 15 Agus 2022 16:51 WIB

Author

Anindya Putri

Rendah, Capaian Vaksinasi Booster di Jateng Baru 23 Persen

ilustrasi vaksinasi covid-19

KBR, Semarang - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mengakui capaian vaksinasi booster covid-19 dosis pertama atau dosis ke 3 di provinsi itu masih rendah.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yunita Dyah, capaian vaksinasi booster masih di kisaran 23 persen, dari target 50 persen per 32 juta jiwa di provinsi itu.

"Booster satu yang rendah itu masih Tegal dan Pemalang. Ini yang harus didorong biar herd immunity tercapainya karena di Jateng kurang sedikit untuk 30 persennya untuk booster yang pertama, dan dari pusat minta agar bisa tercapai 50 persen booster yang pertama, maka ada ketentuan dari pemerintah di layanan publik wajib booster," ungkap Yunita di Semarang, Senin (15/08/22).

Ia mengungkapkan, Dinkes Jateng tengah melakukan percepatan vaksinasi dengan membuka fasilitas vaksinasi di sejumlah tempat pelayanan publik hingga mal.

Baca juga:

Yunita juga mengungkapkan salah satu penyebab rendahnya capaian vaksinasi booster di Jateng, lanjutnya, karena lantaran masyarakat telah merasa cukup dengan suntikan vaksin kedua.

"Kami sedang mengupayakan percepatan vaksinasi booster kepada masyarakat," ungkapnya.

Yunita menambahkan, tiga kabupaten/kota yang capaian vaksinasi booster-nya terendah se-Jateng yakni Kabupaten Tegal, Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Pemalang.

"Di tiga daerah itu, capaian vaksinnya di bawah 15 persen," pungkas dia.

Editor: Kurniati Syahdan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Laporan Temuan Ombudsman soal Penanganan Bencana

Most Popular / Trending