Bagikan:

Dinkes Probolinggo Gencarkan Imunisasi Difteri

Probolinggo berstatus KLB, pemerintah daerah gencarkan imunisasi Difteri

NUSANTARA

Selasa, 30 Agus 2022 16:53 WIB

Dinkes Probolinggo Gencarkan Imunisasi Difteri

Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin kepada murid kelas satu saat bulan imunisasi anak sekolah (BIAS) di SDN Sukareja, Indramayu. (29/08/22). Foto:Antara

KBR, Probolinggo- Pemerintah Provinsi Jawa Timur menetapkan Desa Gili Ketapang, Kabupaten Probolinggo berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, Erwin Astha Triyono, kebijakan tersebut diambil setelah 3 warga meninggal akibat virus tersebut.

"Sampai Agustus itu ada masing-masing satu kasus. dan dengan adanya ketemu satu kasus sehingga Dinkes probolinggo menyatakan KLB," kata Erwin Astha Triyono, Selasa (30/8/2022).

Sebagai upaya mencegah penyebaran virus, Erwin mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat edaran ke berbagai wilayah rawan penularan Difteri. Salah satunya meminta dinas setempat memasifkan pemberian imunisasi Difteri untuk mencegah jatuhnya korban jiwa lebih banyak.

Baca juga:

KLB di Beberapa Daerah, ITAGI: Segera Lengkapi Imunisasi Dasar Anak

Cakupan Imunisasi Menurun, Ancaman KLB di Tengah Pandemi

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Probolinggo telah melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) Difteri di Desa Gili Ketapang, pada pekan lalu. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, Shodiq Tjahjono menyebut, 8.000an warga telah menerima imunisasi segera setelah tiga pasien Difteri meninggal. Shodiq menambahkan, Difteri memiliki tingkat kematian tinggi dan harus mendapat penanganan khusus.

"Imunisasi dosis pertama mencapai 85 persen di Gili Ketapang, dosis kedua 75 persen dari total sasaran. Ini harus terus dikejar untuk satu dan dua karena pada Oktober hingga November akan dilakukan imunisasi dosis tiga atau booster," ujar Shodiq, pekan lalu.

Difteri merupakan penyakit menular yang dapat menyebabkan gangguan pernafasan seperti sesak, pneumonia, kerusakan saraf,gangguan jantung hingga kematian. Umumnya Difteri menyerang anak usia 1 hingga 5 tahun. Namun tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga terjangkit. Untuk itu, imunisasi berkala wajib dilakukan agar memiliki kekebalan komunal.

Editor: Dwi Reinjani

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Komunitas Biboki Lestarikan Tenun Ikat Tradisional

Living Law, Apa Dampaknya Jika Masuk dalam RKUHP?

Kabar Baru Jam 10

Most Popular / Trending