Bagikan:

Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK, Ini Instruksi Ganjar Cegah Kekosongan Jabatan

Saya juga sampaikan agar tidak ada lagi hal yang merugikan masyarakat seperti korupsi, kolusi dan nepotisme,"

NUSANTARA

Jumat, 12 Agus 2022 17:39 WIB

Author

Anindya Putri

KPK menyegel salah satu ruangan di Lingkup Pemkab Pemalang, pasca OTT terhadap Bupati Mukti Agung Wi

KPK menyegel salah satu ruangan di Lingkup Pemkab Pemalang, pasca OTT terhadap Bupati Mukti Agung Wibowo, Kamis (11/8/22). (Foto: Antara/Harviyan PP)

KBR, Semarang - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengintruksikan Wakil Bupati Pemalang, Mansur Hidayat untuk mengisi kekosongan jabatan Bupati.

Instruksi itu disampaikan Ganjar, pasca ditangkapnya Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Komunikasi dengan kawan-kawan di Pemkab agar mengambil alih kekosongan jabatan, supaya layanan tetap berjalan. Saya juga sampaikan agar tidak ada lagi hal yang merugikan masyarakat seperti korupsi, kolusi dan nepotisme," katanya di Semarang, Jumat (12/08/22).

Ganjar, juga memperingatkan jajaran di Pemerintahan Kabupaten Pemalang untuk tidak mengulangi kesalahan Mukti Agung Wibowo yang diduga terjerat suap jual beli jabatan.

Baca: 

"Hentikan praktik buruk dan busuk. Saya sudah berkali-kali menyampaikan bahkan KPK sendiri pun sudah berkali-kali menyampaikan kepada kita tapi masih ngenyel," jelasnya.

Ganjar menambahkan OTT KPK terhadap Mukti Agung Wibowo menjadi momentum yang tepat untuk memperbaiki kinerja pemerintahan Pemkab Pemalang. Ia juga meminta Inspektorat Provinsi Jawa Tengah mendampingi penataan jalannya pemerintahan di Kabupaten Pemalang.

"Segera dikonsolidasikan, ditata betul hari ini, inspektorat juga akan mendampingi. Mudah-mudahan pemerintahan berjalan dengan baik," imbuhnya.

Kamis (11/8/2022) kemarin, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 34 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta dan Pemalang, Jawa Tengah. Salah satu yang terseret dalam OTT itu adalah Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo.

Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, lembaga antirasuah juga menangkap kepala dinas, sekretaris daerah, kepala bidang, dan pejabat lain di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.

"Jumlahnya masih terus diklarifikasi kepada pihak-pihak yang dimintai keterangan oleh tim KPK. Saat ini tim KPK masih terus melakukan permintaan keterangan dan klarifikasi kepada para pihak yang diamankan dimaksud. Perkembangannya segera kami sampaikan," ucap Ali kepada KBR, Jumat, (12/8/2022).

Ali Fikri menduga, OTT KPK ini terkait suap jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Pemalang.


Editor: Kurniati Syahdan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Laporan Temuan Ombudsman soal Penanganan Bencana

Most Popular / Trending