Vaksinasi Ibu Hamil Masih Jauh dari Target

Saat ini ibu hamil yang telah di vaksinasi baru mencapai 11.275 orang

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 19 Agus 2021 19:00 WIB

Vaksinasi Ibu Hamil Masih Jauh dari Target

Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada ibu hamil di RSD Mangusada, Badung, Bali, Kamis (19/8/2021). (Antara/Fikri Yusuf)

KBR, Bandung- Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Daerah Jawa Barat menyebutkan jumlah vaksinasi COVID-19 bagi ibu hamil masih jauh dari target.

Ketua POGI Jawa Barat Sonny Sasotya mengatakan, target nasional pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk ibu hamil sebanyak 11 juta orang. Saat ini ibu hamil yang telah di vaksinasi baru mencapai 11.275 orang.

"Selanjutnya akan dilakukan secara berkesinambungan di seluruh provinsi di Indonesia. Khususnya di Provinsi Jawa Barat ditargetkan pada akhir Oktober 2021, seluruh ibu hamil telah terlindungi oleh vaksinasi COVID-19. Tujuannya adalah karena ibu hamil kelompok yang rentan tertular oleh penyakit COVID-19 pada masa pandemi ini," ujar Sonny, Bandung, Kamis, 19 Agustus 2021.

Sonny mengatakan, saat ini angka kematian ibu hamil akibat COVID-19 ini sebesar 35 persen. Angka serupa di Jawa Barat mencapai lebih dari 31 persen. Kata Sonny, pada usia kehamilan 13 - 34 minggu, vaksin COVID 19 dapat melindungi ibu hamil dari covid-19. Apalagi, berdasarkan data kelompok, Sonny menyebut ibu hamil yang terjangkit COVID-19 tidak menunjukan gejala.

"Karena memang dari data, sekitar 50,9 persen itu ibu tanpa gejala. Dan 72 persen itu infeksinya pada usia kehamilan tujuh bulan. Diharapkan dengan vaksinasi dapat terlindungi selama masa kehamilan dan tetap menjalankan protokol kesehatan," kata Sonny.

Sonny menjamin pemberian vaksin COVID-19 terhadap ibu hamil tidak berdampak terhadap janin di dalam kandungan. Untuk mempercepat diraihnya target vaksinasi COVID-19 bagi ibu hamil, POGI Jawa Barat bekerja sama dengan RS Hasan Sadikin Bandung.

Editor: Friska Kalia

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Survei Sebut Mayoritas Masyarakat Ingin Pandemi Jadi Endemi