PTM Terbatas, Kemendikbud Minta Disdik Lobi Kepala Daerah

"Mohon kepala dinas bisa berkoordinasi dengan bupati, walikota dan gubernur untuk bisa menyampaikan pentingnya PTM terbatas."

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 26 Agus 2021 11:23 WIB

PTM Terbatas, Kemendikbud Minta Disdik Lobi Kepala Daerah

Ilustrasi: PPKM level 3, PTM terbatas di UPT SMPN 1 Kanigoro Blitar, Jawa Timur, Kamis (19/8/2021). (Antara/Irfan Anshori)

KBR, Jakarta- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) meminta kepala dinas pendidikan, untuk melobi para kepala daerahnya masing-masing. Tujuannya untuk memastikan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di wilayah PPKM level 1-3 bisa segera dilakukan. 

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kemendikbud Ristek, Jumeri dalam webinar Program Sekolah Penggerak secara daring,  Kamis (26/8).

"Karena banyak (PPKM) level 1-3 yang masih belum bisa memulai pembelajaran tatap muka dan sebagian besar karena belum ada izin dari gugus covid atau kepala daerah setempat. Mohon kepala dinas bisa berkoordinasi dengan bupati, walikota dan gubernur untuk bisa menyampaikan pentingnya PTM terbatas. Anak-anak kita sudah menunggu dan kita ingin segera mengatasi memitigasi learning loss yang dihadapi anak-anak kita," ucap Jumeri di Kanal Youtube Ditjen PAUD Dikdasmen, Kamis (26/8/2021).

Baca: Jokowi Izinkan Belajar Tatap Muka, Asal Seluruh Pelajar Sudah Divaksin

Jumeri mengatakan, terkait dengan PTM terbatas sudah diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri yang masih berlaku hingga kini. Ia menekankan bahwa satuan pendidikan yang tenaga pendidiknya sudah divaksin lengkap, maka wajib membuka layanan pembelajaran tatap muka.

"Apakah siswa dipersyaratkan (vaksin)? Sesuai dengan SKB empat Menteri dan instruksi Mendagri yang berseri itu, maka pada level 1-3 PPKM darurat, sekolah sudah diizinkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas (PTM) dengan protokol kesehatan yang ketat," tuturnya.

Lebih lanjut, Jumeri mengajak para tenaga pendidik untuk memanfaatkan kesempatan PTM terbatas bagi anak didiknya, demi meningkatkan mutu pendidikan di wilayah masing-masing.

"PTM terbatas, sekolah masih membuka pilihan bagi orang tua bagi yang belum mantap, karena belum bisa berangkat ke sekolah maka masih disediakan pembelajaran dari rumah atau jarak jauh. (Tapi) Sekolah juga wajib menempuh pembelajaran tatap muka dengan prokes ketat sesuai acuan," ujanya.

Baca: Vaksinasi Tak Jamin Keamanan Pembelajaran Tatap Muka?

Sebelumnya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tidak mengizinkan pembelajaran tatap muka (PTM) digelar selama PPKM diterapkan. Ia meminta seluruh wilayah menunda pelaksanaan PTM serta meminta daerah yang akan menggelar PTM untuk melapor pada dinas pendidikan provinsi.

"PTM belum saya Izinkan, kalau ada yang mau PTM lapor dulu ke kita jangan sampai ada sesuatu yang belum disiapkan secara masal tapi belum siap. Kita melihat karena vaksinnya untuk pelajar belum semua. Ada di Jepara minta uji coba di SD saya minta untuk direview dulu karena anak SD belum di vaksin. Saya minta semua dipersiapkan matang,"ungkap Ganjar di Semarang, Senin (23/08/21).

Menurut Ganjar, salah satu faktor larangan dibukanya PTM yakni belum meratanya vaksinasi pada pelajar di Jawa Tengah. Ia juga tak menampik, adanya laporan sejumlah sekolah di Jawa Tengah yang telah menggelar PTM ditengah penerapan PPKM.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Siapkan Pembelajaran Tatap Muka Digelar?

Kabar Baru Jam 8

Wisata Sehat di Tengah Pandemi

Desa Wisata Tak Kehilangan Pesona