covid-19

Polisi Menyisir Kampung, Warga Yapen Papua Mengungsi

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 13 Agus 2021 15:38 WIB

Polisi Menyisir Kampung, Warga Yapen Papua Mengungsi

Ilustrasi warga Papua mengungsi.

KBR, Jayapura- Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) perwakilan Papua menyebut puluhan warga Kampung Sasawa, Distrik Yapen Barat, Kabupaten Kepulauan Yapen mengungsi sejak 5 Agustus 2021.

Kepala Kantor Komnas HAM perwakilan Papua, Frits Ramandey kepada KBR mengatakan warga mengungsi pascapenyisiran yang dilakukan Polres Yapen dibantu personel Brimob.

Kata dia, aparat keamanan menyisir Kampung Sasawa untuk mencari keberadaan kelompok bersenjata pimpinan Fernando Warobay. Oleh pemerintah kelompok bersenjata kini dilabeli teroris. 

Akan tetapi, penyisiran itu membuat warga setempat takut. Akibatnya sekitar 50 jiwa warga Kampung Sasawa memilih mengungsi.

"Penyisiran dari Polres Kepulauan Yapen dan kemudian ada tembakan di Kampung Sasawa. Ada pengaduan bahwa atas kasus tersebut masyarakat kemudian trauma dan pergi meninggalkan kampung (mengungsi) ke hulu sungai ya. Mereka mengungsi di situ karena di kampung ini sudah beberapa kali ada insiden," kata Frits Ramandey, Jumat, (13/8/2021).

Baca juga:

Frits mengatakan Komnas HAM perwakilan Papua akan menurunkan tim ke Kampung Sasawa, dan berupaya bernegosiasi dengan kelompok kriminal bersenjata dan aparat keamanan, agar pengungsi bisa kembali ke kampungnya.

Menurutnya, sebagai langkah awal Komnas HAM perwakilan Papua telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen, kapolda Papua dan dansat Brimob Polda Papua.

Namun kata Frits, hingga kini Komnas HAM belum berkomunikasi dengan kapolres Kepulauan Yapen.

Ia mengklaim, Komnas HAM perwakilan Papua, pemerintah daerah, Forkopimda, dan masyarakat memiliki pengalaman menyelesaikan kasus serupa di Yapen pada 2014.

"Mestinya yang dikedepankan dalam penangananan KKB adalah otoritas sipil. Misalnya kalau dengan senjata, itu akan menimbulkan masalah baru," ucapnya.

Editor: Sindu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Say No To Drugs

Kabar Baru Jam 7

Aksi Remaja Tanpa Narkoba

Coki Pardede, Narkoba, dan Kreativitas

Kabar Baru Jam 8