covid-19

KDRT Dominasi Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Banyuwangi

KDRT Hingga Bulan Juli 2021 mencapai 27 kasus dari total 65 kasus kekerasan

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 10 Agus 2021 14:30 WIB

KDRT Dominasi Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Banyuwangi

Ilustrasi Kekerasan Pada Anak dan Perempuan

KBR, Banyuwangi- Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) mendominasi kasus kekerasan perempuan dan anak di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Kasi Pemberdayaan Perempuan dan Pembangunan Pengarusutamaan Gender, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan anak Banyuwangi Minarni Susilowati mengatakan, latar belakang terjadinya kekerasan perempuan dan anak ini juga bermacam-macam, yang dilatarbelakangi oleh kesenjangan ekonomi.

“Apalagi ini sekarang ada anak yang mengalami kekerasan, dia psikisnya sudah terlalu ya akhirnya dia kayak setengah-setengah kejiwaan mungkin ya. Kemarin kita dampingi akhirnya kita kordinasi ke rumah sakit isnya allah kita bawa anak ini ke psikiater besok itu karena kan memang orang tidak punya, ibunya tidak ada, broken home jadi kita obati,”ujar Minarni Susilowati hari ini Selasa (10/8/2021) di Banyuwangi.

Berdasarkan data dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Anak Banyuwangi, jumlah Kasus KDRT Hingga Bulan Juli 2021 mencapai 27 kasus dari total 65 kasus kekerasan perempuan dan anak di Banyuwangi. Sedangkan 38 kasus lainya tersebar di beberapa kasus, seperti pencabulan, pemerkosaan dan perdagaan orang atau.

Minarni Susilowati menambahkan, untuk menangani kasus kekerasan perempuan dan anak ini, pihaknya telah meluncurkan inovasi ruang pemberdayaan perempuan dan perlindungan ibu dan anak.

Program ini tidak hanya memberikan konseling dan pendampingan hukum , medis, dan psikososial. Akan tetapi juga ada kemandiri ekonomi bagi perempuan korban kekerasan. kata Minarni, hadirnya program tersebut, diharapkan dapat meminimalisir dan mencegah terjadinya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Banyuwangi.


Editor: Friska Kalia

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Say No To Drugs

Kabar Baru Jam 7

Aksi Remaja Tanpa Narkoba

Coki Pardede, Narkoba, dan Kreativitas

Kabar Baru Jam 8