covid-19

Kades Bandar Kedungmulyo Jombang Menyegel Puskesmas, Ada Apa?

"Kami meminta kepada Dinkes Jombang agar dr. Nanik dicopot dari jabatannya sebagai kepala puskesmas," seru Zainal. 

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 03 Agus 2021 17:41 WIB

Kades Bandar Kedungmulyo Jombang Menyegel Puskesmas, Ada Apa?

Kades Bandar Kedungmulyo saat menyegel Puskesmas Bandar Kedungmuyo, Jombang, Selasa (3/8/2021). Foto: KBR/ Muji Lestari 

KBR, Jombang- Puskesmas di Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang, Jawa Timur, disegel oleh kepala desa setempat, Selasa, 3 Agustus 2021.

Penyegelan dilakukan oleh Kades Bandar Kedungmulyo, Zainal Arifin. Caranya, dengan menutup gerbang puskesmas, memasang sebuah rantai, kemudian menguncinya dengan gembok.

Zainal menegaskan, aksi ini sebagai protes atas kinerja Puskesmas Bandar Kedungmulyo dalam menangani pasien, utamanya Covid-19.

Ia mengklaim, aksi yang dilakukannya sebagai bentuk protes dari sebelas kades yang ada di kecamatan tersebut. Kata dia, para kades menilai, Kepala Puskesmas Bandar Kedungmulyo, Nanik Purbawati, tidak kooperatif dalam penanganan pandemi Covid-19.

"Kepala puskesmas ini kurang kooperatif, kurang bisa diajak kerja sama. Akhirnya saya memberanikan diri mewakili rekan-rekan (kades), saya segel supaya pemerintah kabupaten juga dinas kesehatan mengerti apa yang saya inginkan," ujar Zainal, usai melakukan penyegelan, Selasa (3/8/2021).

Ia menambahkan, penyegelan terpaksa dilakukan sebagai ungkapan rasa kecewa para kades. Terlebih, hampir setiap hari mereka mencatat ada warga yang meninggal akibat virus korona.

"Banyak kegiatan, hari ini kan masa pandemi Covid-19, kades ini bersusah payah (yok opo) bagaimana caranya masyarakatnya ini sembuh, tidak meninggal, apa pun itu bentuknya yang namanya PPKM Darurat kita upayakan semaksimal mungkin apa yang dibutuhkan masyarakat bisa terpenuhi. Contoh isoman saja kepala puskesmas tidak pernah ngecek," keluhnya.

"Kami meminta kepada Dinkes Jombang agar dr. Nanik dicopot dari jabatannya sebagai kepala puskesmas," seru Zainal.

Tanggapan Dinkes Jombang

Zainal menjelaskan, selama ini para kades sudah berupaya maksimal untuk menjaga kesehatan masyarakat selama masa pagebluk. Seperti dengan membuat program rumah sehat, yang digunakan untuk isolasi mandiri (isoman) pasien Covid-19.

Ia mengklaim, semua fasilitas isoman disiapkan oleh kades. Namun, selama proses isoman berlangsung, kepala Puskesmas Bandar Kedungmulyo tidak pernah mengecek rumah sehat tersebut.

"Selain itu, setiap ada pasien selalu dirujuk ke (RSUD) Jombang. Di puskesmas ini nyaris tidak ada rawat inap. Bisa dicek. Padahal jarak Bandar Kedungmulyo dengan Jombang lumayan jauh. Sehingga masyarakat banyak yang ketakutan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, Subandriyah belum bisa berkomentar banyak mengenai aksi penyegelan puskesmas oleh kades. Dia mengaku belum tahu secara detail masalah itu. 

"Ini saya akan mengecek ke lapangan dulu," katanya saat dikonfirmasi.

Editor: Sindu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Niatan Berantas Intoleransi di Lingkungan Pendidikan

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11