covid-19

Jadi Zona Merah Covid-19, Pemkot Lhokseumawe Hentikan PTM Terbatas

”Kita berharap orang tua juga memandu dan mengontrol siswanya di rumah untuk melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru"

BERITA | NUSANTARA

Senin, 30 Agus 2021 18:32 WIB

Jadi Zona Merah Covid-19, Pemkot Lhokseumawe Hentikan PTM Terbatas

ilustrasi pembelajaran tatap muka terbatas. (Foto: Antara)

KBR, Lhokseumawe – Pemerintah Kota Lhokseumawe, Aceh, menghentikan kegiatan Proses Belajar dan Mengajar (PBM) tatap muka di sekolah, pagi tadi.

"Penghentian itu menyusul diberlakukannya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di kota itu," kata Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lhokseumawe, Ikhwansyah, menjawab KBR, Senin (30/8/2021).

Baca: PTM Terbatas, Kemendikbud Minta Disdik Lobi Kepala Daerah

Ikhwansyah menjelaskan, proses belajar siswa-siswi saat ini hanya boleh dilakukan daring.

"Alasannya, Lhokseumawe berstatus zona merah penyebaran covid-19," ungkapnya.

Kebijakan ini, kata dia, berdasarkan kesepakatan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di kota itu.

”Kita berharap orang tua juga memandu dan mengontrol siswanya di rumah untuk melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Ini yang paling penting, tapi kalau seandainya orang tua juga tidak kontrol tentu Kita juga tidak menutup kemungkinan anak lolos dari pada pembelajaran,” kata Ikhwansyah

Ikhwansyah melanjutkan, Diknas Lhokseumawe belum dapat memastikan kapan PBM tatap muka kembali normal dikarenakan masih tingginya kasus corona.

"Pelajar juga diminta mengikuti panduan guru sekolah melalui group whatsapp terkait pembelajaran daring, baik tingkat SD, SMP dan SMA," jelasnya.

Saat ini, jumlah terkofirmasi positif covid 19 di Lhokseumawe mencapai 1.428 orang, dan yang telah selesai isolasi mencapai 1.244 orang. Selain itu, sebanyak 13 orang dirawat, 196 orang sembuh, dan 65 orang meninggal.

Link terkait:


Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Layanan Identitas Kependudukan bagi Kelompok Transpuan

Kabar Baru Jam 8

Seruan untuk Lindungi Nakes di Daerah Rawan

Kabar Baru Jam 10