Dua Pekerja di Yahukimo Diduga Dibunuh dan Dibakar KKB

Keduanya diduga dibunuh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua, pada Minggu, 22 Agustus 2021.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 23 Agus 2021 19:16 WIB

Pembunuhan di Papua

Ilustrasi pembunuhan di Papua.

KBR, Jayapura- Dua pekerja PT Indo Papua, Rionaldo Raturoma dan Dedi Imam Pamungkas diduga dibunuh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua, pada Minggu, 22 Agustus 2021.

Kapolda Papua, Mathius D Fakhiri mengatakan keduanya ditemukan warga dalam kondisi terbakar bersama mini truk yang ditumpanginya. Lokasi kejadian berada di sekitar Kali Brazza, Kampung Kribun, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.

Menurutnya, sebelum dibakar bersama mobil, kedua korban diduga sudah dibunuh terlebih dahulu. Polisi menduga pelaku adalah KKB yang berada di wilayah itu.

Hingga kini polisi masih mendalami, apakah pelaku adalah KKB pimpinan Tendius Gwijangge. Sebab, kelompok ini dalam sepekan terakhir aktif melancarkan aksinya di Yahukimo. Oleh pemerintah, KKB kini dilabeli sebagai kelompok teroris.

"Kita sedangan mendalami. Dan tim sudah sampai di TKP. Lagi menunggu. Apakah ada terkait dengan kelompok itu. Kalau terkait, nantinya kita tindak. Saya tidak kirim kekuatan ke sana. Saya minta bersabar untuk kita lakukan secara baik. Mudah mudahan tidak ekses lain," kata Mathius D Fakhiri, Senin, (23/8/2021).

Baca juga: 

Kapolda Papua mengatakan telah mengirim Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Papua ke Yahukimo, untuk membantu penyelidikan.

Akan tetapi, kapolda Papua memastikan tidak akan menurunkan tambahan pasukan ke Yahukimo. Sebab, di sana telah ada dua peleton (satuan pasukan terdiri dari 20-40 orang) Brimob dan tim Penegakan Hukum (Gakum) Satgas Nemangkawi.

Jumlah personel Brimob dan Satgas Namengkawi itu dinilai cukup untuk membantu Polres Yahukimo mengejar terduga pelaku, serta memberikan jaminan keamanan kepada warga di sana.

Editor: Sindu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Siapkan Pembelajaran Tatap Muka Digelar?

Kabar Baru Jam 8

Wisata Sehat di Tengah Pandemi

Desa Wisata Tak Kehilangan Pesona