covid-19

4 Tahun Lagi, Garis Pantai Banyuwangi Bisa Berubah Akibat Perubahan Iklim

Daerah yang memiliki risiko sangat tinggi mengalami perubahan diantaranya Kecamatan Pesanggaran, Purwoharjo, Tegaldelimo, Muncar, hingga kawasan pesisir Banyuwangi kota.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 09 Agus 2021 17:07 WIB

4 Tahun Lagi, Garis Pantai Banyuwangi Bisa Berubah Akibat Perubahan Iklim

Warga bersih-bersih sampah di Pantai Grajagan Banyuwangi. (Foto: ANTARA/Humas Pemkab Banyuwangi)

KBR, Banyuwangi - Para peneliti di Kabaupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memperkirkan pada tahun 2025 nanti garis pantai di Kabupaten Banyuwangi akan berubah.

Akademisi dari Politeknik Negeri Banyuwangi Zulis Erwanto mengatakan, perubahan iklim global bisa menaikkan permukaan air laut yang berpotensi akan mempersempit kawasan daratan.

Setidaknya ada dua macam perubahan garis pantai. Yaitu garis pantai mengalami kemunduran yang bisa disebut abarasi, dan garis pantai semakin menjorok ke laut yang disebut sedimentasi atau akresi.

Berdasarkan hasil analisis resiko perubahan garis pantai Banyuwangi tahun 2025, daerah yang memiliki risiko sangat tinggi mengalami perubahan diantaranya Kecamatan Pesanggaran, Purwoharjo, Tegaldelimo, Muncar, hingga kawasan pesisir Banyuwangi kota.

Namun, menurut Zulis, pada dasarnya hampir seluruh garis pantai diperkirkan berubah pada 2025.

“Untuk memprediksi dini perubahan garis pantai sebagai upaya mitigasi bencana akibat pasang surut air laut ataupun gelombang tinggi maka kami mengidentifikasi perubahan garis pantai pada tahun 2010 dan 2021. Dari janga waktu 11 tahun, ini merupakan data untuk memprediksi perubahan garis pantai tahun 2025 dengan bantuan aplikasi GRASS Quantum GIS,” kata Zulis Erwanto, Senin (9/8/2021).

Aberasi

Sementara itu, Kasi Pencegahan Bencana BPBD Banyuwangi, Yusuf Arif mengatakan, terjadinya perubahan garis pantai Banyuwangi, akibat perubahan iklim sangat mungkin terjadi.

Ia juga melihat prediksi itu sangat logis, terlebih lagi melihat kondisi sejumlah pantai di Banyuwangi yang rusak akibat abrasi.

Yusuf mengatakan dalam upaya mitigasi di sekitar pesisir harus ada kepedulian dari masyarakat Banyuwangi, untuk menjaga kelestarian alam.

Diantaranya dengan menanam cemara laut, magrove dan sejumlah tanaman lainya yang fungsinya untuk menahan ombak laut.

BPBD Banyuwangi saat ini telah memasang Early Warning System (EWS) di sejumlah titik pantai untuk meminimalkan korban jiwa jika suatu saat terjadi bencana tsunami di Banyuwangi.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

DE-SI (Depresi to Prestasi)

War On Drugs

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10