Turun Gunung, Kelompok Mujahidin Indonesia Timur Diduga Serang Seorang Petani hingga Tewas

AP melarikan diri dan bersembunyi di semak-semak hingga pagi.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 10 Agus 2020 22:36 WIB

Author

Aldrimslit Thalara, Dwi Reinjani

Turun Gunung, Kelompok Mujahidin Indonesia Timur Diduga Serang Seorang Petani hingga Tewas

Ilustrasi Satgas Tinombala membawa jenazah salah seorang kelompok MIT. Foto: Aldrim Thalara/KBR.

KBR, Jakarta- Seorang petani di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, tewas dengan sejumlah luka akibat senjata tajam. Pelaku diduga Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso. 

Juru bicara Polda Sulawesi Tengah, Sugeng Lestari memastikan penyerang dua petani di Desa Sangginora, Kecamatan Poso Pesisir, Sulawesi Tengah adalah kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Kepastian itu juga ditegaskan salah satu saksi yang juga korban berinisial AP. 

“Ada 8 luka akibat benda tajam, ada di leher, kemudian di punggung, di tangannya, di mukanya, ada akibat sabetan benda tajam. Kemudian dari kepolisian berani memastikan itu adalah kelompok Mujahidin Indonesia Timur, MIT Poso pimpinan Ali Kalora karena dari keterangan saudara AP tadi. Dia melihat langsung dari mereka ada yang membawa senjata panjang, kemudian senjata pendek, dan pada saat diperlihatkan daftar pencarian orang, dia meyakini merekalah yang memukul temannya,” ujar Sugeng saat dihubungi KBR, Senin (10/08/2020).

Sugeng menambahkan, saat ini Satgas Tinombala masih menyisir wilayah di sekitar Poso, Poso Pesisir hingga Palu dan juga Gunung Biru tempat para teroris MIT bersembunyi. 

Namun, pencarian dan pelacakan jejak pelaku terkendala cuaca buruk.

Kronologis Peristiwa

Sabtu, 8 Agustus 2020, dua orang petani berinisial AP dan AB menuju ladang milik mereka di Desa Sangginora. 

Sesampai di sana, keduanya bertemu 5-6 orang tidak dikenal sedang berada di ladang mereka. Kemudian salah seorang dari mereka menghampiri dan menanyakan arah jalan menuju Sulewana.

Saat salah seorang dari kelompok itu menghampiri, rekannya yang lain mengepung kedua petani tersebut. Tak lama kemudian, AB mendapat pukulan dari salah seorang dari kelompok itu. 

Mengetahui hal tersebut, AP melarikan diri dan bersembunyi di semak-semak hingga pagi.

Menurut Sugeng, AP kemudian berlari menuju desa dan melaporkan kejadian tersebut. Kepolisian serta tim Tinombala kemudian menyisir seluruh lokasi kejadian. 

Pada Minggu, 9 Agustus 2020, sekira pukul 14.00 waktu setempat, jenazah AB ditemukan dengan delapan luka akibat benda tajam.

Mengadang Petugas Kesehatan

Sebelum kejadian penyerangan dua petani, kelompok MIT diduga mengadang petugas kesehatan. Kapolda Sulawesi Tengah, Syafril Nursal menduga kelompok tersebut sama dengan yang menyerang dua petani itu. 

"Mereka mengadang pegawai kesehatan dari Poso yang pulang dari Napu. Diadang, diperiksa digeledah, barang-barangnya diambil semua dari mobil," ungkap Syafril.

Anggota Kelompok MIT Bertambah

Berdasarkan data resmi milik kepolisian setempat, saat ini jumlah anggota kelompok MIT sebanyak 14 orang. 

Namun, menurut keterangan salah satu kelompok MIT yang tertangkap, ada kemungkinan jumlahnya bertambah menjadi 18 orang. 

Empat di antaranya disinyalir simpatisan baru yang tidak terdeteksi kepolisian dan Satgas Tinombala.

 

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

RS di Jalur Gaza Kewalahan Tampung Pasien Covid-19

Kabar Baru Jam 7

Kisah Pendamping Program Keluarga Harapan Edukasi Warga Cegah Stunting

Siapkah Sekolah Kembali Tatap Muka?

Eps8. Food Waste