Penyerang Acara Keluarga Assegaf di Surakarta, Ganjar: Tindak Saja

"Tolong kita jaga kerukunan dan saling menghargai dengan sesama,"

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 11 Agus 2020 09:56 WIB

Author

Anindya Putri

Penyerang Acara Keluarga Assegaf di Surakarta, Ganjar: Tindak Saja

Ilustrasi

KBR, Semarang-  Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta penegak hukum untuk mengusut kasus penyerangan yang dilakukan kelompok intoleran di Kota Solo. Ia mengatakan, telah berkoordinasi dengan aparat untuk menegakkan hukum terhadap kelompok yang menganggu keamanan.

"Saya sudah komunikasi dengan Kapolda, intelijen terus kemudian penegak hukum. Kita sayangkan kenapa di bulan Agustus yang harusnya ber Bhineka Tunggal Ika, butuh persatuan. Kalau ada yang tidak benar koordinasi dengan kita. Kami menyayangkan. Apa yang kemudian merusak,  melanggar regulasi ditindak saja," ujar Ganjar, Senin (09/08/20).

Ganjar menyayangkan terjadinya penyerangan tersebut tepat di bulan Agustus, yang seharusnya menjadi momentum lambang Bhineka Tunggal Ika sebagai pemersatu bangsa dan toleransi terhadap sesama.

" Sangat disayangkan kenapa masih ada oknum yang mengganggu dan merusak ketenangan," ucapnya.

Ia meminta kepada seluruh warga untuk tetap menjaga sikap toleransi agar hal serupa tak terjadi di Kota Solo atau daerah lain. 

"Tolong kita jaga kerukunan dan saling menghargai dengan sesama," katanya.

Baca: Polisi Tangkap 2 Orang Penyerang Acara Keluarga Assegaf di Surakarta  

Sebelumnya, pada Sabtu (08/08) malam, terjadi penyerangan dan penganiayaan terhadap keluarga Umar Assegaf, di Mertodranan, Pasar Kliwon, Surakarta. Sekitar 100 orang yang menamakan diri Laskar Mojo, Kenteng, dan Mojolaban itu menyerang keluarga yang sedang menyelenggarakan kegiatan midodareni, atau doa sebelum pernikahan yang diikuti oleh sekitar 20 orang.

Saat melakukan aksi kekerasan mereka meneriakkan kafir, Syiah bukan Islam, Syiah musuh Islam, dan sejumlah seruan kekerasan. 

Belum diketahui motif penyerangan tersebut.   Video yang berisi peristiwa penyerangan dan perusakan itu sempat viral di media sosial. 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

DPD: Menunda Pilkada Lebih Baik Ketimbang Keluarkan Perpu

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13