BNN Bakar 5 Hektare Ladang Ganja di Aceh Utara

”Ini berangkatnya dari tim Kami BNN RI melakukan penyelidikan kurang lebih 2 hari lalu, di beberapa tempat khususnya wilayah Kabupaten Aceh Utara."

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 25 Agus 2020 17:23 WIB

Author

Erwin Jalaludin

BNN Bakar 5 Hektare Ladang Ganja di Aceh Utara

BNN memusnahkan tanaman ganja seluas 5 hektare di pedalaman Dusun Cot Rawatu, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (25/8). (KBR/Erwin Jalaluddin)

KBR, Lhokseumawe–  Ladang ganja seluas 5 hektare ditemukan di pedalaman Dusun Cot Rawatu, Desa Jurong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (25/8). Kebun ganja itu lantas dimusnahkan dengan cara dibakar di Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh Badan Narkotika Nasional RI bersama unsur Muspida plus setempat.

Direktur Narkotika Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Aldrin Hutabarat mengatakan, lokasi tanaman ganja itu ditemukan berdasarkan hasil pengembangan BNN yang mencurigai adanya ladang ganja di Kabupaten Aceh Utara. Kata Dia, penemuan ladang ini terjadi berulang-ulang kali di wilayah tersebut.

”Ini berangkatnya dari tim Kami BNN RI melakukan penyelidikan kurang lebih 2 hari lalu, di beberapa tempat khususnya wilayah Kabupaten Aceh Utara. Dari beberapa titik itu ditemukanlah ini di titik Dusun Cot Rawatu,” kata Aldrin Hutabarat disela-sela pemusnahan tanaman ganja.

Ia menambahkan, lahan ganja itu ditemukan di ketinggian 135 meter di atas permukaan laut. Dengan usia tanaman bervariasi 2 hingga 6 bulan.

”Jumlah tanaman itu sekitar 10 ribu batang dan semuanya sudah dimusnahkan di lokasi. Kalau dihitung-hitung berat basahnya 6 ton,” tutur Adlin Hutabarat.

Direktur Narkotika Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Aldrin Hutabarat melanjutkan,   sekarang aparat sedang memburu keberadaan pemilik lahan tersebut.  

Editor: Rony Sitanggang

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPD: Menunda Pilkada Lebih Baik Ketimbang Keluarkan Perpu

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14