Bagikan:

Pasca-Gempa, Dinas Pariwisata NTB Kebut Pemulihan Pariwisata

Guna mempercepat pemulihan, Dinas Pariwisata NTB sepakat untuk membentuk tim pemulihan seperti yang pernah diberlakukan di Bali beberapa waktu lalu.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 15 Agus 2018 14:49 WIB

Pasca-Gempa, Dinas Pariwisata NTB Kebut Pemulihan Pariwisata

Pantai Gili Trawangan, Lombok, NTB. (Ilustrasi: disbudpar.ntbprov.go.id)

KBR, Mataram- Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama pelaku pariwisata setempat menggelar rapat guna membahas pemulihan pariwisata di NTB, khususnya Pulau Lombok, Rabu, (15/08). Pascagempa yang melanda NTB dan sekitarnya dua pekan lalu, pariwisata Pulau Lombok sempat terhenti.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Muhammad Faozal mengungkapkan, pada rapat tersebut dibahas mengenai pemetaan aksesibilitas pariwisata Lombok. Menurutnya, sektor pariwisata Lombok harus segera bangkit, mengingat banyak masyarakat yang menggantungkan hidup di sektor tersebut.

"Tolong teman-teman hotel, tolong berikan ke kami kepastian operasional dari teman-teman, supaya Kemenpar bisa kita dorong untuk promosi satu pintu. Pintu promosi nantinya yang dikelola oleh Dinas Pariwisata dan melibatkan BPPD, melibatkan stakeholder. Ini menjadi prioritas kami untuk membenahi semuanya,” ujar Faozal.

Faozal menjelaskan, setidaknya ada delapan langkah jangka panjang yang akan dilakukan Dinas Pariwisata NTB, di antaranya adalah pemeriksaan dermaga, inventarisasi amenitas pariwisata, inventarisasi daya tarik wisata, serta pemulihan citra melalui promosi.

Guna mempercepat pemulihan, Faozal sepakat untuk membentuk tim pemulihan  wisata, seperti yang pernah diberlakukan di Bali beberapa waktu lalu. Tim ini yang akan fokus untuk pemulihan pariwisata di Pulau Lombok.

Editor: Adia Pradana 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 7

Badai PHK dan Tingginya Pengangguran

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Desakan Bikin Layanan Konsultasi Psikologi di Kampus

Most Popular / Trending