Bagikan:

Sudah Dua Minggu Nelayan Bengkulu Libur Melaut

Para nelayan terpaksa bekerja serabutan untuk mendapatkan penghasilan.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 04 Agus 2016 10:39 WIB

Author

Evi Tarmizi

Sudah Dua Minggu Nelayan Bengkulu Libur Melaut

Para nelayan terpaksa mengistirahatkan perahu karena cuaca buruk di Mukomuko Bengkulu. (Foto: Evi Tarmizi/KBR)



KBR, Bengkulu - Cuaca buruk dan gelombang tinggi disertai angin kencang melanda perairan laut Mukomuko Bengkulu dalam beberapa minggu terakhir.

Akibatnya para nelayan tradisional berhenti melaut. Kondisi ini mempengaruhi perekonomian para nelayan.

Salah seorang nelayan asal Desa Tanjung Harapan, Sahid mengatakan mereka terpaksa menyandarkan puluhan perahu di tepi Sungai Batang Muar dalam satu minggu terakhir. Para nelayan tidak mau ambil resiko untuk nekat turun ke laut mencari ikan dalam kondisi cuaca buruk.

Hal ini menyebabkan para nelayan tidak memiliki penghasilan dan tidak ada jual beli di tempat penampungan ikan.

"Yang jelas sudah satu minggu kami tidak turun ke laut mencari ikan. Cuaca begitu buruk, badai terus datang, hujan disertai angin kencang juga gelombang besar. Sudah terjadi dua minggu ini," kata Sahid kepada KBR di Mukomuko, Kamis (4/9/2016).

Para nelayan terpaksa bekerja serabutan untuk mendapatkan penghasilan. Selain itu mereka juga hanya mengisi kekosongan waktu dengan memperbaiki alat tangkap dan kapal yang rusak.

Para nelayan terdisional berharap kondisi cuaca buruk tidak berlangsung lama agar mereka bisa bekerja kembali.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG memperkirakan dalam dua hari ini di kawasan Mukomuko dan sejumlah daerah lain di Bengkulu masih diguyur hujan ringan hingga sedang. Tiupan angin mencapai kecepatan 36 kilometer per jam.

BMKG juga memperingatkan masyarakat mengenai ancaman gelombang tinggi setinggi 1 hingga 3,5 meter di perairan Bengkulu-Enggano dan Samudera Hindia Barat di Bengkulu.

Di awal pekan ini, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini gelombang laut setinggi lima meter di perairan Bengkulu-Enggano serta Samudera Hindia di Bengkulu.

Editor: Agus Luqman 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Genjot Investasi untuk Ancaman Resesi

Most Popular / Trending