Sempat Turun, Harga Daging Sapi Naik Lagi

Harga daging sapi yang semula sudah turun menjadi sekitar Rp110 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp130 ribu per kilogram.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 10 Agus 2016 10:18 WIB

Sempat Turun, Harga Daging Sapi Naik Lagi

Seorang pedagang tengah mengamati daging sapi di pasar tradisional. (Foto: ANTARA)

KBR, Banyumas – Harga daging sapi segar di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah kembali naik.

Harga daging sapi yang semula sudah turun menjadi sekitar Rp110 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp130 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Manis Purwokerto, Imam mengatakan kenaikan dipicu tingginya permintaan sapi hidup sebulan menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha. Pada perayaan tersebut, kebutuhan sapi jantan meningkat untuk keperluan hewan kurban.

Imam mengaakan sebulan sebelum Idul Adha, pedagang sapi sudah menahan sapi jantan yang nantinya akan dijual mendekati Hari Raya Qurban, yang diperkirakan jatuh pada 12 September 2016 nanti.

Selain itu, banyak pembeli yang sudah berburu sapi jantan di pasar hewan untuk digemukkan selama sebulan.

Imam enggan menjual daging beku lantaran khawatir tidak laku. Menurut Imam, dari pengalaman selama ini konsumen lebih memilih daging segar yang benar-benar baru potong.

"Harga daging sapi Rp130 ribu per kilogram. Mungkin karena harga sapi juga mahal. Apalagi untuk Lebaran Haji, otomatis orang rebutan mencari sapi. Lebaran haji kan banyak juga orang yang berminat memotong sapi. Otomatis kebutuhan sapi jauh lebih tinggi. Kalau daging impor di pasar (daging sapi beku) belum masuk. Saya pernah ditawari daging impor tapi saya tidak mau, Karena dari konsumen mereka tidak mau kalau tidak benar-benar daging baru banget," kata Imam.

Dihubungi KBR, Juru Bicara Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub-Divre IV Jawa Tengah, Priyono mengatakan belum mendapat informasi apakah Bulog Banyumas akan kembali mendapat quota untuk menyalurkan daging beku impor berharga rendah. Hingga kini, Bulog Pusat belum mengeluarkan instruksi apa pun.

Priyono mengatakan, pada bulan Ramadhan lalu, Bulog Sub Divre IV mendapat jatah 1.250 kilogram daging sapi beku impor dari Australia yang dijual seharga Rp80 ribu per kilogram.

Namun, kata dia, gelontoran daging sapi beku ini hanya bersifat membantu masyarakat untuk mendapat daging sapi murah. Ia mengakui jumlah suplai dari Bulog yang terbatas belum efektif menurunkan harga daging sapi di pasaran.

Bulan ini dijadwalkan daging kerbau beku asal India sebanyak 9,5 ribu ton mulai masuk ke Indonesia. Daging akan dijual seharga Rp60 ribu per kilogram.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Tengah Tersiksa tapi Tampak Tegar

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7