KM Pisang VI Ditemukan, Nasib ABK Belum Jelas

Kapal mulai dievakuasi Jumat (5/8/2016) sore kemarin setelah dilakukan penyelaman. Namun lantaran melawan arus dan kapal dalam posisi terbalik, evakuasipun baru masuk Perairan Cilacap hari ini.

BERITA | NUSANTARA

Sabtu, 06 Agus 2016 18:36 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

KM Pisang VI Ditemukan, Nasib ABK Belum Jelas

Ilustrasi: Evakuasi kapal tenggelam oleh tim Basarnas. (Foto: Antara)

KBR, Cilacap - Kapal Motor Pisang VI yang ditemukan di Perairan Legok Jawa, atau sekitar perairan selatan Pangandaran, Jawa Barat dievakuasi ke Cilacap, Jawa Tengah.

Pengurus KM Pisang VI, Wanto mengatakan kapal tersebut masuk perairan Cilacap hari ini (Sabtu, 6/8/2016) dengan ditarik tiga kapal lain dari perusahaan yang sama. Tiga kapal tersebut adalah KM Jaya Prima I, KM Biru Perkasa II, dan KM Mega II.

Kapal mulai dievakuasi Jumat (5/8/2016) sore kemarin setelah dilakukan penyelaman. Namun lantaran melawan arus dan kapal dalam posisi terbalik, evakuasipun baru masuk Perairan Cilacap hari ini. Rencananya kapal tersebut akan langsung masuk ke Galangan Kapal Pelabuhan Tanjung Intan.

"Ya, sekarang dalam penarikan (ke Cilacap--Red) oleh rombongan sendiri saja, tidak ada kapal dari perusahaan lain. Sudah sampai Cilacap, tinggal nunggu masuk (galangan) saja. Ya sudah semua, tinggal masuk," jelas Wanto di Cilacap, Sabtu (6/8/2016).

Dihubungi terpisah, Koordinator Badan SAR (Search & Rescue) Nasional Cilacap, Mulwahyono mengatakan sudah melakukan penyelaman di lokasi kapal tenggelam. Namun 11 Anak Buah Kapal (ABK) kapal tak ditemukan dalam kapal. Nasib mereka hingga kini, belum diketahui.

Baca juga: KM Pisang VI Hilang Kontak

Ke-11 ABK antara lain Bayu, Danang, Teguh, Fresmo, Aris, Arisman, Agus, Eko, Kunto, Latip, dan Karjo.

Kapal Motor Pisang VI melaut pada Rabu, 27 Juli pekan lalu. Namun, keesokan harinya kapal hilang kontak dan baru ditemukan Jumat kemarin.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan dua hari ke depan, gelombang setinggi enam meter masih terjadi di Samudera Hindia. Gelombang tinggi masih berpeluang terjadi hingga sepekan ke depan.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN