Gunung Api Gamalama Meletus, Warga Belum Perlu Mengungsi

Akibat letusan dan embusan asap serta abu itu menyebabkan otoritas penerbangan menutup sementara Bandar Udara Sultan Babullah di Kota Ternate.

BERITA , NUSANTARA

Rabu, 03 Agus 2016 08:19 WIB

Author

Agus Lukman

Gunung Api Gamalama Meletus, Warga Belum Perlu Mengungsi

Kepulan asap dan abu vulkanik dari letusan Gunung Api Gamalama di Ternate, Maluku Utara, Rabu (3/8/2016). (Foto: BNPB/Pos Pengamatan PVMBG)

KBR, Jakarta - Gunung api Gamalama di Pulau Ternate, Maluku Utara meletus pada Rabu (3/8/2016) pukul 06.28 waktu setempat.

Letusan bertipe eksplosif lemah itu mengembuskan abu berwarna putih abu-abu setinggi 500 hingga 600 meter dari puncak. Pos Pengamatan Gunungapi Gamalama PVMBG melaporkan embusan asap mengarah tenggara dan selatan. Suara gemuruh letusan terdengar hingga tiga kali.

Akibat letusan dan embusan asap serta abu itu menyebabkan otoritas penerbangan menutup sementara Bandar Udara Sultan Babullah di Kota Ternate. Bandara ditutup mulai pagi ini hingga Kamis (4/8/2016) pukul 10.00 WIT karena jalur udara tertutup abu vulkanik.

Letusan Gunung Api Gamalama diduga dipicu gempa berkekuatan 4,6 Skala Richter yang terjadi di sekitar Halmahera Barat. BMKG menyebutkan, pusat gempa berada di 86 kilometer arah barat daya Halmahera Barat di kedalaman 18 kilometer. Gempa memicu gempa tremor terus-menerus yang terekam dengan amplitudo maksimum 1,5 milimeter.

Guncangan gempa menyebabkan adanya tekanan dalam dapur magma Gunung Gamalama hingga memunculkan erupsi lemah.

Informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan adanya material abu tipis di daerah Ake Huda yang berada di lereng selatan-tenggara Gunung Gamalama.

Hingga Rabu pagi aktivitas vulkanik Gunung Gamalama masih di level II (waspada) dengan rekomendasi tidak boleh ada aktivitas warga di radius 1,5 kilometer.

Meski begitu, otoritas penanganan bencana belum menganggap perlu adanya pengungsian dan evakuasi.

BNPB juga meminta warga tidak termakan isu-isu mengenai letusan gunung api Gamalama yang sumbernya bukan dari PVMBG atau dari Pos Pengamatan Gunung Gamalama.

Saat ini PVMBG telah menyusun dan mengirim peringatan kepada otoritas penerbangan berupa Volcanic Observatory Notice for Aviation (VONA) mengenai sebaran abu vulkanik di udara untuk keselamatan penerbangan.

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

What's Up Indonesia

Kabar Baru Jam 8

Make Sex Healthy Again

News Beat

Kabar Baru Jam 7