Dibiarkan Bertahun-tahun, Terminal Bandara Nunukan Kumuh

Perawatan Bandara Nunukan terkendala defisit anggaran di Kabupaten Nunukan, akibat pertumbuhan ekonomi yang anjlok.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 10 Agus 2016 10:57 WIB

Author

Adhima Sukotjo

Dibiarkan Bertahun-tahun, Terminal Bandara Nunukan Kumuh

Bagian depan Bandara Nunukan Kalimantan Utara. (Foto: Adhima Soekotjo/KBR)



KBR, Nunukan - Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie mengkritik penampilan terminal Bandara di Kabupaten Nunukan yang terlihat kumuh.

Irianto sempat mengamati bandara itu ketika bepergian ke Pulau Sebatik, untuk meresmikan gedung pusat kebugaran di wilayah perbatasan.

Menurut Irianto, sebetulnya Bandara Nunukan masih bagus. Namun kurang perawatan karena minimnya anggaran pemerintah daerah.

"Saya minta Pak Tommy, tolong nanti Bandara Nunukan dicat sedikitlah," kata Irianto Lambrie kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Tommy Harun.

"Bandaranya sebenarnya bagus. Tapi karena catnya sudah luntur mengelupas, dibiarkan begitu saja selama bertahun-tahun, akhirnya kelihatan kumuh. Saya bilang, itu anggaran mengecat paling Rp100 juta. Kalau APBD Nunukan nggak sanggup, nanti Gubernur yang menyumbang," kata Irianto Lambrie.

Gubernur Irianto mengatakan Kabupaten Nunukan memang sedang kesulitan ekonomi. Hal itu diyakini bakal mempersulit pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan di Bandara Nunukan.

Pemerintah Kabupaten Nunukan sebetulnya berencana memperpanjang landas pacu di Bandara Nunukan. Namun hal itu terkendala defisit anggaran pemerintah daerah yang mempersulit pembebasan lahan. Padahal pembebasan lahan untuk perpanjangan bandara hanya butuh sepanjang 150 meter dan lebar 500.

"Yang jadi persoalan, kabupaten mengalami defisit anggaran yang sangat parah. Bahkan untuk membebaskan lahan untuk bandara saja sulit. Kita perlu membangun image yang bagus bagi siapapun yang datang ke daerah kita. Mulai dari penampilan fisik maupun keramah tamahan disini," imbuh Irianto Lambrie.

Data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Nunukan menunjukkan perekonomian di Kabupaten Nunukan tahun 2015 mengalami penurunan pertumbuhan dari 7,9 menjadi 0,54 dibandingkan  tahun 2014.

Hal ini dipengaruhi penurunan produktifitas di bidang pertambangan dan pertanian. Dua sektor itu menyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)  hampir 70 persen.

Staff Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik BPS Kabupaten Nunukan  Love Andri Danang mengatakan, selain penurunan produksi, terpuruknya  harga batubara menyebabkan laju perekonomian di Nunukan melambat.

"Tahun lalu di sisi pertambangan, pertumbuhannya turun menjadi minus 5 dari 7,56 di tahun 2014. Yang bikin lebih besar lagi dia distribusinya sampai 50 persen sehingga laju pertumbuhan ekonomi Nunukan dari 7,9 turun ke 0,5," ujarnya.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Ragam Bisnis Sustainable Fashion

Kabar Baru Jam 8

Akses Kesehatan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas termasuk Orang dengan Kusta

Menyoal Kriteria Pemberian Vaksin Booster Covid-19