covid-19

Dana Bedah Rumah Warga Miskin Jombang Disunat untuk 'Admin'

"Juga Pak lurah yang bilang kalau (dana) dipotong biaya administrasi satu juta setengah," kata seorang warga.

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 09 Agus 2016 14:54 WIB

Dana Bedah Rumah Warga Miskin Jombang Disunat untuk 'Admin'

Rumah salah seorang warga yang mendapat dana bantuan bedah rumah di Jombang, Jawa Timur. (Foto: Muji Lestari/KBR)


KBR, Jombang - Program bedah rumah untuk masyarakat miskin di Jombang, Jawa Timur mengalami kebocoran.

Anggaran yang dikucurkan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) melalui Bantuan Stimulan Perumahan Rakyat (BSPS) tersebut disunat petugas yang tidak bertanggung jawab.

Semestinya, warga miskin mendapatkan anggaran Rp10 juta untuk program tersebut, namun kenyataan di lapangan mereka hanya menerima Rp8,5 hingga Rp9 juta. Diduga terjadi pemotongan yang jumlahnya bervariasi, antara Rp1 juta hingga Rp 1,5 juta.

Kasus pemotongan dana bedah rumah antara lain dialami oleh Ida Purwaningsih, warga Desa Mojojejer, Kecamatan Mojowarno. Ia menerima program itu sejak 2015, namun proses pembangunan rumahnya hingga kini masih terbengkalai.

"(Dana dipotong) Rp1,5 juta katanya buat admin. Ini pintu rumah saya sudah sobek nggak diperbaiki juga. Katanya dulu saya tanya digambarnya atapnya seperti asbes, tapi ternyata nggak dapat. Katanya nggak ada, itu bedah rumah bukan bedah atap. Disitu kan ada Pak Lurah, juga Pak lurah yang yang bilang kalau dipotong administrasi satu juta setengah", Kata Ida Purwaningsih, Selasa (9/8/2016).

Ada sekitar 27 warga Desa Mojojejer yang menerima bantuan bedah rumah juga mengalami nasib serupa. Dana bedah rumah yang mereka terima dipotong dengan dalih untuk biaya administrasi oleh panitia di Desa.

Ida mengatakan bantuan tersebut tidak semuanya diberikan dalam bentuk uang. Sisa Rp9 juta tersebut diberikan berupa material atau bahan bangunan. Rinciannya, bata merah sebanyak 3 ribu biji, semen sebanyak 15 sak, pasir satu dump truck, termasuk juga untuk ongkos pekerja.

Hal serupa juga dialami Rubianto, warga lainnya. Rumahnya sudah berubah dari dinding bambu menjadi bata berkat program bedah rumah. Hanya saja, proses pembangunannya juga berhenti di tengah jalan karena kekurangan anggaran.

Pelaksana Tugas Sekretaris Desa Mojojejer, Auladana Zakarya, mendengar adanya kasus pemotongan dana bedah rumah terhadap sekitar 28 warga penerimanya itu. Namun, dia enggan menjelaskan alasan maupun pihak yang bertanggung jawab atas pemotongan itu.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Mampukah Polisi Respons Cepat Kasus yang Libatkan Anggotanya?