Belasan Alat Deteksi Tsunami Pesisir Cilacap Rusak

Pada Agustus ini BPBD Cilacap akan melakukan perbaikan sekira 16 unit EWS yang rusak tersebut.

BERITA , NUSANTARA

Minggu, 07 Agus 2016 14:40 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Belasan Alat Deteksi Tsunami Pesisir Cilacap Rusak

Alat deteksi gempa bumi dan tsunami atau Tsunami Early Warning System. Foto: Antara


KBR, Cilacap – Sebanyak 30 persen dari 54 unit Early Warning System (EWS) atau alat pendeteksi dini gelombang Tsunami di perairan Cilacap, Jawa Tengah rusak. Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daeran (BPBD) Cilacap, Tri Komara Sidhy mengatakan, kerusakan disebabkan korosi dan hantaman gelombang tinggi yang terjadi terus menerus.


Tri menyebut, Cilacap merupakan salah satu daerah pesisir selatan yang rawan terdampak gelombang tsunami karena langsung berhadapan dengan Samudera Hindia. Di sepanjang pesisir terdapat permukiman penduduk dan sejumlah instalasi vital, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan sejumlah perusahaan multinasional.

Ia menjelaskan, pada Agustus ini pihaknya akan melakukan perbaikan sekira 16 unit EWS yang rusak tersebut.

"Tiga puluh persen dari 54 unit EWS tsunami yang rusak. 30 persen itu rusak karena korosi. Tiap bulan kami memang selalu melakukan perbaikan, meskipun tidak menyeluruh. Perbaikan dilakukan secara bertahap. Tiap bulan tanggal 10 itu kan kita melakukan pemeriksaan atau istilahnya monitor terhadap alat pendeteksi tsunami," jelasnya.

Tri Komara menambahkan pihaknya juga rutin melakukan simulasi skala kecil di kelompok masyarakat untuk melatih masyarakat pesisir mewaspadai gelombang tsunami. Gardu sirine yang terintegrasi dengan EWS tsunami juga dibangun di daerah padat penduduk yang berdekatan dengan garis pantai.

Menurutnya, BPBD Cilacap juga tengah mengajukan pembangunan rumah evakuasi tsunami berupa bangunan tinggi kepada BNPB pusat. Bangunan ini akan ditempatkan di daerah paling rawan bencana tsunami, seperti daerah Kecamatan Cilacap Selatan, Adipala, Binangun, Nusawungu, dan Kecamatan Kroya.

Pada 2006 lalu, Cilacap adalah salah satu derah yang terdampak tsunami akibat gempa 6,8 skala ritcher yang terjadi di sebelah barat Pangandaran, Jawa Barat. Di Cilacap, tsunami mengakibatkan setidaknya 138 orang meninggal dan ratusan rumah rusak.

Baca juga: Dalam Tiga Hari, Gelombang Tinggi Laut Selatan Cilacap Telan Tiga Korban


Editor: Sasmito

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Ngopi Bersama Azul Eps 38: Kementerian Baru, Atur-atur Nomenklatur

Kabar Baru Jam 15

Cek Fakta Top 5 Hoax of The Week 17-24 Agustus 2019

Kabar Baru Jam 14

Cerdaskan Petani Dengan Rumah Koran