Aktivitas Vulkanik Gunung Gamalama Menurun

Kondisi gunung api ini, kata dia, masih fluktuatif. Hal ini ditunjukkan dengan adanya letupan asap dari kawah.

BERITA , NUSANTARA

Sabtu, 06 Agus 2016 20:29 WIB

Author

Yudi Rachman

Aktivitas Vulkanik Gunung Gamalama Menurun

Kepulan asap dan abu vulkanik dari letusan Gunung Api Gamalama di Ternate, Maluku Utara, Rabu (3/8/2016). (Foto: BNPB/Pos Pengamatan PVMBG)



KBR, Jakarta - Aktivitas vulkanik di puncak Gunung Gamalama, Kota Ternate, Maluku Utara menurun. Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Gamalama, Darno Lamane mengatakan, hal tersebut ditunjukkan melalui tingkat getaran yang melemah pada alat pemantau getaran vulkanik.

"Kalau pagi sampai siang, asap berwarna putih setinggi 25 meter. Kondisi sekarang masih tertutup kabut. Angin berasal selatan, asap putih tertiup ke utara," jelas Kepala Pos Pengamatan Gunung Gamalama, Darno Lamane kepada KBR, Sabtu (6/8/2016).

Kondisi gunung api ini, kata dia, masih fluktuatif. Hal ini ditunjukkan dengan adanya letupan asap dari kawah.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Gamalama, Darno Lamane berharap penurunan vulkanik ini bisa bertahan lama. Sehingga masyarakat di kaki Gunung Gamalama bisa kembali beraktivitas seperti biasa.


Bandara Kembali Dibuka

Bandara Sultan Babullah Ternate, Maluku Utara kembali dibuka pasca erupsi Gunung Gamalama. Kepala BPBD Ternate, Maluku Utara, Hasyim Yusuf memastikan, jarak pandang di sekitar bandara di titik aman sehingga sejak pukul 12.00 WIT aktivitas di wilayah ini berangsur normal.

"Aktivitas lagi menurun sehingga tadi siang, pukul 12.00 WIT penerbangannya sudah buka dan aktivitas bandara sudah bisa jalan. Pesawatnya sudah bisa masuk dan keluar," jelas Kepala BPBD Ternate Maluku Utara Hasyim Yusuf kepada KBR, Sabt (6/8/2016).

Hasyim Yusuf menambahkan, masyarakat pun sudah kembali melangsungkan kegiatannya di jalan-jalan di Ternate.

Baca juga: Gamalama Meletus, Warga Belum Perlu Mengungsi

Meski begitu, kata dia, BPBD tetap siap siaga mengantisipasi dampak lanjutan dari erupsi Gunung Gamalama yang sempat mengeluarkan abu vulkanik dalam beberapa hari terakhir.

"Kami masih menunggu Dinas Kesehatan Ternate, namun hingga kini belum ada laporan yang masuk terkait peningkatan penyakit ISPA karena dampak abu vulkanik," jelasnya.

Lebih lanjut ia mengeluhkan kurangnya stok masker untuk mengantisipasi erupsi yang lebih parah dan berkepanjangan. Saat ini, kata dia, cadangan masker milik BPBD dan Dinas Kesehatan Ternate hanya sekitar 150 ribu masker. Hasyim khawatir, apabila terjadi erupsi berkepanjangan, masyarakat sulit mendapatkan masker lantaran stok yang terbatas.

"Kami butuh masker untuk mengantisipasi erupsi Gamalama yang lebih parah. Kalau untuk lokasi penampungan dan evakuasi kita sudah siapkan di gedung-gedung pemerintahan pusat kota Ternate," katanya.




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Bagaimana Kinerja KPK Setelah Komisioner Kembalikan Mandat?

Kabar Baru Jam 11