Rombongan Ketua Umum PBNU Kecelakaan di Jombang, Dua Alphard Penyok

Ketua Umum PBNU, Said Aqiel Siradj mengatakan rombongannya mengalami kecelakaan di Jalan Raya Peterongan Jombang akibat menabrak truk.

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 25 Agus 2015 19:08 WIB

Author

Muji Lestari

Rombongan Ketua Umum PBNU Kecelakaan di Jombang, Dua Alphard Penyok

Salah satu mobil rombongan Ketua Umum PBNU Said Aqiel Siraj yang mengalami kecelakaan di Jombang, Jawa Timur, (25/8). Selain Toyota Fortuner yang pecah bagian depan, dua Toyota Alphard juga penyok. (F

KBR, Jombang - Rombongan Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj sempat mengalami kecelakaan di Jalan Raya Peterongan Jombang, Jawa Timur, Selasa sore (25/8). Ikut dalam rombongan tersebut Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, dan Sekretaris DPW PKB Jawa Timur Toriqul Haq.

Meski demikian, seluruh rombongan yang berangkat dari Surabaya menuju pendapa Kabupaten Jombang itu selamat.

Ketua Umum PBNU, Said Aqiel Siradj mengatakan rombongannya mengalami kecelakaan di Jalan Raya Peterongan Jombang akibat menabrak truk.

"Kecelakaannya dekat Jombang, kaget kalau ada truk tadi, mobil saya sudah lolos saya di belakang juga kaget. Alhamdulillah nggak ada yang luka," kata said Aqiel, disela-sela acara di Pendapa Pemkab Jombang.

Akibat kecelakaan beruntun itu, sedikitnya tiga mobil mengalami penyok. Mobil Alphard Nopol L 2 yang dinaiki Gus Ipul, spion sebelah kiri hancur. Paling parah adalah mobil Toyota Fortuner Nopol L 1906 XV, bemper mobil bagian depan pecah.

Dua mobil Alphard lainnya hanya mengalami penyok ringan.

Empat mobil yang membawa rombongan itu langsung ditepikan di sebelah selatan pendapa Kabupaten Jombang. Selanjutnya, Kiai Said beserta rombongan langsung ditemui Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko. Mereka beramah-tamah di ruang Swagata pendapa setempat.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

AstraZeneca Bakal Gelar Uji Klinis Global Tambahan

Eps12. Masa Depan Restorasi Gambut

Kabar Baru Jam 7

Menyoal Mekanisme Baru Pencairan Dana Bantuan Operasional Sekolah

Bupati Banyumas Larang Hajatan Meski Diprotes