Rekaman Pembicaraan Trigana Air Mulai Diperiksa

KBR, Jakarta - Rekaman pembicaran kokpit pesawat (CVR) milik Trigana Air mulai diproses di laboratorium Komite Nasional Keselamatan Transportasi KNKT. Menurut Ketua Sub Komite Udara KNKT Masruri, taha

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 21 Agus 2015 10:24 WIB

Author

Yudi Rachman

Rekaman Pembicaraan Trigana Air Mulai Diperiksa

Ilustrasi-Kotak Hitam.

KBR, Jakarta - KBR, Jakarta - Rekaman pembicaran kokpit pesawat (CVR) milik Trigana Air mulai diproses di laboratorium Komite Nasional Keselamatan Transportasi KNKT. Menurut Ketua Sub Komite Udara KNKT Masruri, tahapan pembacaan data dari CVR mulai dilakukan hari ini. Sementara untuk rekaman data penerbangan atau FDR (Flight Data Recorder) diharapkan besok siang bisa sampai di Jakarta. Sehingga bisa segera dilakukan proses pembacaan dan pengunduhan data. 

"Kotak hitam CVR sudah masuk ke KNKT dan sudah mulai diproses tadi siang.Kemudian, FDR-nya ditemukan tadi siang dan esok pagi akan dibawa ke Jakarta. Mungkin besok siang akan masuk ke KNKT untuk diproses selanjutnya," jelas Ketua Sub Komite Udara KNKT Masruri kepada KBR, Kamis (20/8).

Sebelumnya, Flight Data Recorder (FDR) atau rekaman data penerbangan telah ditemukan oleh tim Basarnas dan KNKT di lokasi jatuhnya pesawat Trigana Air di Okbape, Pegunungan Bintang, Papua. Kotak hitam kedua itu, rencananya akan diserahkan kepada tim KNKT esok pagi. Basarnas dan tim gabungan berhasil mengevakuasi 54 jenazah penumpang dan kotak hitam pesawat hari ini. Dengan begitu, operasi pencarian dan evakuasipun dihentikan.


Editor : Sasmito Madrim 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Vaksin COVID-19: Kenali Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)

Kabar Baru Jam 8

Cinta Produk Indonesia

Sekolah Tatap Muka di Tahun Ajaran Baru, Seperti Apa Upaya Mitigasinya?