Polda Papua: Penyelesaian Kasus Tolikara Hanya Dengan Hukum

Kepolisian Daerah Papua memastikan penyelesaian kasus pembakaran Masjid di Tolikara melalui jalur hukum.

BERITA , NUSANTARA , NUSANTARA

Rabu, 12 Agus 2015 21:22 WIB

Author

Ade Irmansyah

Ilustrasi penyerangan. Foto: Antara

Ilustrasi penyerangan. Foto: Antara

KBR,Jakarta- Kepolisian Daerah Papua memastikan penyelesaian kasus rusuh di Tolikara melalui jalur hukum. Menurut Kapolda Papua, Paulus Waterpauw?, penyelesaian secara adat merupakan langkah awal agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi. Ia menyampaikan hal ini terkait adanya desakan untuk menghentikan kasus tersebut. Polisi sudah menetapkan dua tersangka dalam kasus ini.

“(Hasil pemeriksaan lima pendeta bagaimana?) Ini yang penting bagi kami mereka bisa hadir. Kalau yang Presiden GIDI kan sudah hadir, untuk yang dua penanggung jawab pembuat surat edaran juga belum hadir. Kemarin mereka berjanji bakal diberikan hari Senin namun dia berjanji hari ini, nanti kita lihat saja. Tetapi saya ingatkan dengan keras jangan sampai nanti ada upaya paksa dari kepolisian. Saling menghormati saja,” ujarnya kepada wartawan di PTIK Mabes Polri.

Paulus   yakin anak buahnya segera menemukan aktor intelektual di balik insiden Tolikara. Meski baru menetapkan dua tersangka, Mabes Polri menyebutkan ada indikasi tersangka kasus tersebut akan bertambah.

Kapolri Badrodin Haiti meminta Kapolda baru Papua, Paulus Watewrpauw segera menyelesaikan kasus kerusuhan di Tolikara. Dia juga meminta agar proses hukum yang sudah berjalan, tetap dilanjutkan. Menurut Badrodin, Paulus harus meningkatkan komunikasi dengan tokoh adat dan tokoh agama setempat.

Sebelumnya, massa mengamuk dan membakar sejumlah kios. Namun, api menjalar ke sebuah mushala di kawasan itu. Satu versi menyebut mushala diserang ketika warga muslim hendak melaksanakan sholat ied. Versi lain menyebut massa mengamuk setelah ada rentetan tembakan polisi yang menewaskan 1 orang dan melukai 11 lainnya.  

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Eps.6: Kuliah di Perancis, Cerita dari Dhafi Iskandar

Insiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarkat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak