Bagikan:

Peserta Sebut Muktamar NU di Jombang Kuat Intervensi Parpol

Panitia daerah diharap bisa menindaklanjuti adanya peninjau yang disusupi oleh parpol di muktamar tersebut

BERITA | NUSANTARA | NASIONAL

Senin, 03 Agus 2015 11:45 WIB

Author

Eli Kamilah

Peserta Sebut Muktamar NU di Jombang Kuat Intervensi Parpol

Spanduk Muktamar NU di Jombang. (Foto: Sindu Darmawan)

KBR, Jakarta - Peserta Muktamar Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur, Aan Anshori mengaku merasakan adanya campur tangan partai politik dalam hajatan besar NU tersebut. Salah satunya terlihat dari susunan kepanitiaan yang didominasi kader aktif PKB. Dia berharap, panitia daerah juga menindaklanjuti adanya peninjau yang disusupi oleh parpol di muktamar tersebut.

"Saya kira kami yang ada di luar sangat kuat intervensinya. (Seperti apa?) melalui AHWA misalnya, banyak kepanitian rangkap. Dia orang NU tetapi aktif di parpol tertentu."

Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, diwarnai kisruh dan aksi saling ancam dari sejumlah kubu pendukung calon pemimpin. Bahkan disinyalir mulai ada kepentingan politik bermain dalam Muktamar NU terutama dukung-mendukung calon pimpinan NU. Intervensi partai politik ini dilontarkan Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Salahuddin Wahid. Ia mencium adanya iming-iming untuk memuluskan sistem musyawarah mufakat dalam proses pemilihan rois aam (dewan penasihat organisasi).

Editor: Bambang Hari

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Gamophobia Bikin Sulit Jalin Hubungan

Kabar Baru Jam 7

Benarkah Proyek Food Estate Gagal?

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Most Popular / Trending