Bagikan:

Lahar Dingin Gunung Raung Masih Ancam Warga

Ada kemungkinan material yang terkumpul selama erupsi berlangsung bisa terbawa air saat musim hujan berlangsung.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 26 Agus 2015 17:07 WIB

Lahar Dingin Gunung Raung Masih Ancam Warga

Kepulan asap Gunung Raung, beberapa waktu lalu. (Foto: Friska Kalia/KBR)

KBR, Bondowoso – Warga di sekitar Kawasan Rawan Bencana (KRB) letusan Gunung Raung masih harus waspada terhadap berbagai ancaman, meski status gunung yang berada di Kabupaten Bondowoso, Jember dan Banyuwangi ini sudah dinyatakan turun menjadi Waspada (Level II).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, Kukuh Triatmoko mengatakan, berdasarkan informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) di Songgon, pihaknya mengimbau warga di sekitar Gunung Raung untuk waspada terhadap material Gunung Raung.

Ada kemungkinan material  yang terkumpul selama erupsi berlangsung bisa terbawa air saat musim hujan berlangsung.

"Letusan Gunung Raung ini tertampung di kaldera. Saat musim hujan, apalagi curah hujan tinggi, ada kemungkinan material akan meluber dan terbawa air hujan," kata Kukuh kepada KBR, Rabu (26/8/2015).

Ada sejumlah wilayah di Bondowoso yang masuk dalam kawasan rawan material lahar dingin yakni Kecamatan Tlogosari. Material ini, berupa pasir dan kerikil yang terkumpul sejak status Gunung Raung dinyatakan siaga. Gunung Raung berstatus siaga sejak 29 Juni 2015 hingga 24 Agustus.

Pengamat Pos PGA Raung di Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Burhan Alethea mengatakan status Gunung Raung saat ini sudah turun dari Siaga (Level III) menjadi Waspada (Level II). Penurunan status ini berdasarkan pengamatan yang dilakukan selama sepekan terakhir.

Meski begitu, kata Burhan, aktivitas Raung masih naik turun. Petugas tetap melarang aktivitas dalam radius 2 km dari puncak atau tebing kawah Raung.

Editor: Agus Luqman 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Memuja Idola Sampai Sebegitunya

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Most Popular / Trending