Jatam Desak Perbankan Tak Beri Kredit Perusahan Tambang Perusak Lingkungan

Bahkan JATAM menduga, bukan hanya Bank Mandiri yang memberikan kredit kepada PT. Fajar Sakti Prima maupun Grup Bayan, namun ada juga perbankan lainnya.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 10 Agus 2015 18:13 WIB

Author

Teddy Rumengan

Jatam Desak Perbankan Tak Beri Kredit Perusahan Tambang Perusak Lingkungan

Logo Jatam (jatam.org)

KBR, Balikpapan – Jaringan Advokasi Tambang Kalimantan Timur mendesak agar perbankan   tidak memberikan kredit kepada perusahaan tambang batubara yang melanggar lingkungan. Salah satunya PT. Fajar Sakti Prima anak perusahaan Group Bayan yang diduga telah melanggar ketentuan analisa dampak lingkungan (amdal) mengenai tbongkar muat batubara. JATAM pun telah menyiapkan surat protes.

Otoritas perbankan kita mengklaim menerapkan Green banking dalam kebijakan kreditnya, kami melakukan tracking dan salah satu kreditur PT Fajar sakti prima dan grup Bayan Resources adalah Bank Mandiri, karena itu kami protes” ungkap Dimisiator JATAM Merah johansyah, Senin (10/8/2015).

Menurutnya, harusnya perbankan peduli lingkungan sehingga tidak memberi kredit kepada perusahaan tambang yang melanggar aturan.  

“Jika mereka memang peduli lingkungan maka kami meminta agar Mandiri dan Bank Indonesia menyetop dan mengoreksi kebijakan kredit dan bantuan finansial pada perusahaan bermasalah secara amdal ini yaitu PT. Fajar Sakti Prima yang juga anak grup Bayan Resources. Jika tidak, maka Mandiri ikut menyokong pelanggaran amdal dan penghancuran habitat pesut Mahakam,” terangnya.

Bahkan JATAM menduga, bukan hanya Bank Mandiri yang memberikan kredit kepada PT. Fajar Sakti Prima maupun Grup Bayan, namun ada juga perbankan lainnya. Keseluruhannya grup Bayan mendapatkan suntikan dana  US$ 573 juta, tak hanya Mandiri diduga juga mengalir dari perbankan internasional lain.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 08

Kabar Baru Jam 07