Bagikan:

Isu TNI Sweeping, Kawasan Urut Sewu Kebumen Mencekam

Sejumlah tokoh Paguyuban Urut Sewu masih bersembunyi lantaran ada informasi sweeping orang-orang yang diduga menjadi penggerak massa.

BERITA | NUSANTARA

Minggu, 23 Agus 2015 16:15 WIB

Isu TNI Sweeping, Kawasan Urut Sewu Kebumen Mencekam

Salah seorang warga korban bentrokan dengan TNI, dalam konflik agraria, di Urut Sewu, Kebumen, Jawa Tengah. (Foto: KBR/M Ridlo/Agam Pratama)

KBR, Kebumen – Situasi mencekam terjadi hingga hari ini pasca bentrok TNI dan Petani kawasan Urut Sewu, Kebumen, Sabtu lalu. Aktivis Paguyuban Urut Sewu, Agam Pratama mengatakan patroli TNI intensif menyisir kawasan Kecamatan Mirit, terutama di Desa Wiromartan.

Demi menghindari bentrok fisik dengan aparat TNI, para aktivis dan petani berkumpul di Desa Petangkuran. Sejumlah tokoh Paguyuban Urut Sewu masih bersembunyi lantaran ada informasi sweeping orang-orang yang diduga menjadi penggerak massa.

Agama Pratama mengatakan para petani menjaga keberadaan Widodo Sunu Nugroho, Koordinator Petani Urut Sewu Bersatu (USB), yang saat ini masih dirawat di RS Kebumen. Widodo menjadi salah satu korban dalam bentrokan TNI dengan warga. Para petani khawatir tokoh Urut Sewu akan disweeping oleh aparat. Saat ini kondisi Widodo Sunu sudah siuman, namun jari tangan yang patah belum dioperasi.
 
"Bahasa teman-teman petani di sini ini TNI seperti mau mateni (membunuh). Kita, petani di sini takut, jelas takut. Cuma ya tidak menunjukkan ketakutannya lah. Orang-orang tertentu, yang memang dicari memang membatasi diri untuk jangan pergi terlalu jauh. Sweeping jalan terus. Sebentar-sebentar patroli (TNI) lewat, terutama di daerah Mirit, karena konsentrasi TNI memang di sana," kata Agam Pratama.

Petani Urut Sewu sudah menghubungi  Komnas HAM, YLBHI, Kontras dan sejumlah LSM yang peduli terhadap isu kemanusiaan. Mereka meyakini kekerasan TNI yang dilakukan terhadap warga pada Sabtu lalu sudah melewati batas. Sejumlah orang yang sudah terjatuh pingsan masih dipukul dan ditendang.
Rencananya, lembaga-lembaga HAM tersebut akan tiba di Kebumen Senin besok.

Agam mengkritik Pemda Kebumen dan Kepolisian yang tidak melindungi warga sipil. Bahkan, polisi yang saat itu juga berjaga di lokasi bentrok tidak berbuat apa-apa, saat puluhan petani dipukul dan dikejar-kejar hingga jarak 200 meter.

Editor: Agus Luqman 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Laporan Temuan Ombudsman soal Penanganan Bencana

Most Popular / Trending