Bagikan:

Disdik Sulut Larang Kegiatan Perpeloncoan Dalam MOS dan Ospek

MOS dan ospek di wilayahnya tidak boleh terdapat kekerasan seperti daerah lain

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 07 Agus 2015 10:58 WIB

Ilustrasi pelaksanaan MOS.

Ilustrasi pelaksanaan MOS.

KBR, Manado- Dinas Pendidikan Sulawesi Utara melarang masa orintasi siswa SMA dan Ospek perguruan tinggi menggunakan kekerasan atau perpeloncoan. Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Utara, Gemmy Kawattu, mengatakan MOS di wilayahnya tidak boleh terdapat kekerasan seperti daerah lain.

"Jangan terjadi perpoloncoan apalagi kekerasan, sehingga dorang (mereka-red) betul-betul diajarkan untuk bagaimana mengenal kampus. Kalau ada kegiatan-kegiatan diluar itu yang namanya debat, yang namanya diskusi ilmiah, itu yang di ajarkan ke dorang bukan itu manyanyi-manyanyi atau cambok-cambok apalagi," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Utara, Gemmy Kawattu berharap, MOS dan Ospek di Sulawesi Utara menanamkan wawasan kebangsaan. Peserta didik juga harus diajarkan menghindari obat-obatan terlarang atau narkoba, dan fokus menempuh pendidikan.

Editor: Bambang Hari

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Buntu Penolakan Pemekaran Wilayah Papua