Atasi Kekeringan, Permerintah Perlu Tambah Embung di NTT

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT, Tini Tadeus mengatakan, saat ini NTT baru miliki sekitar 500 embung.

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 07 Agus 2015 16:54 WIB

Author

Silver Sega

Atasi Kekeringan, Permerintah Perlu Tambah Embung di NTT

Ilustrasi embung air. Foto: Antara

KBR, NTT - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur meminta pemerintah pusat menambah pembangunan embung-embung di daerah itu, guna mengatasi masalah kesulitan air pada musim kering. Kepala BPBD NTT Tini Tadeus mengatakan, pembuatan sumur bor agak sulit di NTT karena topografinya miring sekiar 60 sampai 70 derajat.

"Seharusnya sekarang itu langkah yang paling cepat itu lakukan sumur bor. Sumor bor inikan mudah ini. Nah hanya satu sarat di sumor bor itu  harus ada geolistrik yang menyatakan bahwa di bawah perut bumi itu ada deposit air gitu. Kalau tanpa itu susah bornya. Begitu. Nah, kita di NTT ini kemiringan kita itukan sampai 60 - 70 derajat. Kemiringan itu agak susah untuk menampung deposit air diperut bumi, karena tidak ada peresapannya," kata Tini Tadeus di Kupang Jumat (7/8/2015).

Tini Tadeus menambahkan, saat ini NTT baru miliki sekitar 500 embung. Berdasarkan informasi dari Dinas Pekerjaan Umum, NTT membutuhkan empat ribu embung untuk mengatasi kesulitan air pada musim kering.

Data Dinas Pekerjaan Umum NTT menunjukan dari 400 embung yang dibangun, hanya sekitar 200 embung yang berfungsi, sisanya dalam kondisi rusak. Tahun ini, pemerintah berencana membangun  100 embung. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Cerdik Kelola THR

Kabar Baru Jam 8

Soal Kerumunan, Kegiatan Ibadah dan Ancaman Virus Covid-19 Varian Baru

Jihad itu Sebenarnya Apa Sih?