10 Kawasan Merokok di Kalbar Memakan Anggaran Rp500 Juta

Satu titik kawasan mendapatkan alokasi sebesar 50 juta rupiah dari APBD Kalbar dan pajak rokok. Jika ada 10 kawasan bebas merokok, maka anggaran sebesar Rp500 juta.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 17 Agus 2015 22:56 WIB

Author

Jayanti Mandasari

10 Kawasan Merokok di Kalbar Memakan Anggaran Rp500 Juta

Ilustrasi mematikan rokok. (Foto: Creative Commons)

KBR, Pontianak - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat meluncurkan 10 kawasan untuk merokok di sejumlah instansi pemerintah provinsi.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Andi Jap mengatakan pengadaan ruang bagi perokok aktif tersebut merupakan turunan dari Perda soal rokok.

Andi mengatakan, setidaknya satu titik kawasan mendapatkan alokasi sebesar 50 juta rupiah dari APBD Kalbar dan pajak rokok. Jika ada 10 kawasan bebas merokok, maka anggaran sebesar Rp500 juta.

"Di dalam Perda kawasan tanpa rokok itu menyebutkan tempat-tempat perkantoran dan pelayanan umum harus menyediakan ruang 'smoking area'. Kita memang tidak bisa melarang bahwa itu hak setiap orang kalau mau merokok. Kita juga sudah menghimbau dan berikan peringatan bahwa merokok itu bahaya. Tapi kalau orang tetap mau merokok kita tidak boleh melarang. Tapi, kita juga harus menghargai orang yang tidak merokok. Karena, orang perokok pasif dan aktif itu resikonya sama,”ujar Andi Jap kepada KBR di Pontianak, Senin, 17 Agustus.

Andi juga mengingatkan perokok aktif untuk tak menganggap sepele risiko kesehatan akibat merokok. Kawasan bebas merokok yang berlaku di sepuluh instansi pemerintah provinsi Kalimantan Barat ini ada di luar kantor, berupa area terbuka. Tujuannya agar asap rokok dapat langsung terpapar ke udara bebas.

Tahun depan program serupa akan dilaksanakan pada instansi lainnya di provinsi Kalimantan Barat.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Pandemi dan Dampak Pada Kesehatan Mental Siswa

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Menanti Perhatian pada Kesehatan Mental Pelajar

Kabar Baru Jam 10