Sopir Angkot Naikkan Tarif Sepihak, Pemkot Balikpapan Hanya akan Pasang Stiker

Warga Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) mengeluhkan sikap sopir angkutan kota (angkot) yang seenaknya menaikkan tarif. Rata-rata kenaikkan tarif antara Rp1.000 hingga Rp1.500. Ongkos yang biasanya Rp4.000 naik hingga Rp5.000 sampai Rp5.500.

NUSANTARA

Selasa, 19 Agus 2014 14:38 WIB

Author

Teddy Rumengan

Sopir Angkot Naikkan Tarif Sepihak, Pemkot Balikpapan Hanya akan Pasang Stiker

Sopir Angkot, Tarif Sepihak, Pemkot Balikpapan

KBR, Balikpapan – Warga Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) mengeluhkan sikap sopir angkutan kota (angkot) yang seenaknya menaikkan tarif. Rata-rata kenaikkan tarif antara Rp1.000 hingga Rp1.500. Ongkos yang biasanya Rp4.000 naik hingga Rp5.000 sampai Rp5.500.

Menanggapi itu Asisten II Bidang Ekonomi dan Kesra Pemerintah Kota Balikpapa Sri Sotentinah mengatakan, tarif angkot sudah diatur berdasarkan Surat Keputusan (SK) Walkota  Nomor 188.45-21/2013 yakni tarif umum Rp3.500 dan pelajar Rp2.000.

Menurutnya, hingga kini belum ada kenaikkan tarif angkot baru, sejak tahun 2013 lalu, ketika kebijakkan kenaikkan BBM bersubsid.

Sehingga kata dia, jika ada sopir angkot yang seenaknya menaikkan tarif, tentu menyalahi SK wali kota. Karenanya  dalam waktu dekat pihaknya akan kembali melakukan sosialisasi soal tarif angkot dengan memasang stiker tarif di setiap angkot.

"Angkot itu gak ada kenaikkan sejak terakhir SK wali kota itu waktu kenaikkan BBM (Juni 2013). Nah berarti patokannya adalah itu. Dulu ada dipasang) stiker waktu pertama naik. Waktu pertama naik itu sudah dipasang stiker dari Dishub, nanti kita coba pasang stiker lagi untuk sosialisasi," kata Sri Soetantinah kepada Portalkbr, Selasa (19/8).

Padahal tahun 2013 lalu, kata dia, Pemerintah Kota Balikpapan sudah menaikkan tariff angkot pasca naiknya BBM subsidi. Kenaikkan itu untuk umum yakni dari Rp 2.500 menjadi Rp 3.500 dan pelajar Rp1.500 menjadi Rp2.000.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Modus Baru, JAD Gunakan Racun untuk Aksi Teror