Pemohon Membludak, DKI Batasi Jumlah Penerima KJP

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terpaksa membatasi jumlah penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP).

NUSANTARA

Jumat, 08 Agus 2014 22:43 WIB

Author

Ninik Yuniati

Pemohon Membludak, DKI Batasi Jumlah Penerima KJP

pendidikan, program, KJP, DKI

KBR, Jakarta– Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terpaksa membatasi jumlah penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP).

Gubenur DKI Jakarta Joko Widodo mengklaim pembatasan dilakukan karena jumlah permohonan membludak. Jika dihitung, anggaran KJP akan mencapai 1,3 triliun rupiah, sementara anggaran APBD hanya sekitar 700 miliar rupiah. Karenanya, pemda DKI menyeleksi penerima KJP agar tidak melebihi anggaran. Siswa lain yang belum menerima KJP tahun ini bisa mendaftar kembali tahun depan.

“Ada permohonan yang banyak sehingga dihitung anggarannya harus nyediakan 1,3. Padahal dana yang ada hanya 700an sekian, 790an, artinya kan harus ada yang dipotong, pending dulu untuk tahun depan. Bukan sayang, itu kan, memang di-APBDnya nggak bisa mengcover itu, tahun depan disiapkan lagi,” kata Joko Widodo di Balai Kota, (8/8).

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menambahkan, dirinya sudah memerintahkan Dinas Pendidikan untuk mencairkan dana KJP pekan ini.

Diperkirakan pembengkakan penerima KJP akan terjadi akibat adanya penerima tambahan. Jika sebelumnya jumlah penerima KJP sekitar 400 ribu siswa, saat ini peserta KJP bertambah menjadi sekitar 500 ribu siswa.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Pemerintah Mesir Didesak Menginvestigasi Dugaan Pembunuhan dan Penyiksaan Oleh Aparat Keamanan

Perkembangan Kondisi Korban Bom Polrestabes Medan

Wacana Sertifikasi Wajib Bagi Calon Pengantin