MRP: Pelaku Kekerasan di Lanny Jaya Akibat Trauma

Majelis Rakyat Papua (MRP) menduga sejumlah serangkaian aksi kekerasan di Kabupaten Lanny Jaya akibat trauma masa lalu. Karenanya, kelompok separatis yang terus mengganggu keamanan di lokasi itu harus didekati dengan cara persuasive dengan melibatkan adat

NUSANTARA

Jumat, 01 Agus 2014 17:35 WIB

Author

Katharina Lita

MRP: Pelaku Kekerasan di Lanny Jaya Akibat Trauma

MRP, Kekerasan di Lanny Jaya

KBR, Jayapura - Majelis Rakyat Papua (MRP) menduga sejumlah serangkaian aksi kekerasan di Kabupaten Lanny Jaya akibat trauma masa lalu. Karenanya, kelompok separatis yang terus mengganggu keamanan di lokasi itu harus didekati dengan cara persuasive dengan melibatkan adat, agama dan pemerintah.

Lembaga kultural masyarakat adat Papua itu menegaskan, kelompok itu tidak bisa dilawan dengan senjata api. Ketua Kelompok Kerja dari unsur Agama MRP, Pendeta Semuel Waromi mengakui, aksi kelompok tersebut adalah kriminal.

“Saya tidak bisa katakan OPM karena di Papua sudah tidak ada OPM yang ada adalah separatis yang melakukan sesuatu tindakan kriminal, tindakan penganiayaan, pemerkosaan dan pembunuhan. Kalau menurut pandangan agama, itu tidak manusiawi,” ujar Pendeta Semuel Waromi kepada Portalkbr, Jumat (1/8).

Semual menyatakan, pihaknya hingga kini belum bisa mendekati kelompok itu karena tiadanya dana.

Siang tadi di Distrik Pirime, Kabupaten Lanny Jaya terjadi baku tembak antara tim aparat gabungan dengan kelompok OPM. Kodam cenderawasih mengklaim pascabaku tembak terjadi, lima anggota OPM tewas tertembak, sementara satu anggota TNI kena serpihan peluru di bagian pantat.

Sebelumnya, pada tanggal 28 Juli atau tepatnya hari raya Idul Fitri, dua polisi tewas tertembak oleh kelompok OPM di Lanny Jaya. Selain itu dua anggota polisi lainnya masih dirawat di RS Bhayangkara Kota Jayapura, dan empat anggota polisi yang ikut dalam rombongan tersebut selamat. Dari kejadian baku tembak tepat di hari raya Lebaran, empat senjata api polisi juga dibawa kabur oleh kelompok OPM tersebut.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 13

Korona Mengancam Masa Depan Anak

Kabar Baru Jam 12

Bagaimana Kenormalan Baru bagi Aktivitas Perkantoran?

Kabar Baru Jam 11