Menolak Sawit, Muara Siran Bertahan dengan Gambut dan Ikan

Tapi ada 13 izin usaha kebun sawit di sana.

NUSANTARA

Selasa, 12 Agus 2014 13:52 WIB

Author

Mongabay-Green Radio

Menolak Sawit, Muara Siran Bertahan dengan Gambut dan Ikan

kebun sawit, gambut, ikan air tawar, Mongabay

Kutai Kartanegara dikenal sebagai daerah dengan pendapatan yang tinggi. Tapi tak semua hidup berkecukupan, seperti mereka yang tinggal di Muara Siran. 


Desa ini terletak di Kecamatan Muara Kaman. Berupa hamparan datar, desa ini minim infrastruktur. Sebagian besar wilayahnya terendam air, sehingga kerap dijuluki “kampung di atas air” – sekitar 80% dari wilayahnya seluas 42,201 hektar itu merupakan rawa berair yang basah sepanjang tahun.


Anugerah 


“Banjir adalah anugerah, bukan bencana bagi warga Muara Siran” kata Uhay, Kepala Desa Muara Siran. Musim banjir berarti musim panen ikan. Air yang berlebih menyebabkan permukaan rawa naik, berbagai jenis ikan lebih mudah ditangkap. “Saat itu, justru kami banyak uang, karena tangkapan ikan berlimpah,” lanjutnya.


Kehidupan warga di sini sangat ditopang oleh lingkungan alamnya. Penjaga hidup warga adalah rawa, danau dan sungai yang membentuk satu kesatuan. “Gangguan pada salah satunya akan berdampak buruk pada kehidupan warga,” kata Abdallah Naem, peneliti dari Jatam Kaltim. 


Muara Siran kaya akan berbagai jenis ikan tawar, mulai dari biawan, haruan, lele, belida atau udang galah di musim tertentu. Karena itu sebagian besar warganya bekerja sebagai nelayan. Hasil tangkapan umumnya dijual dalam bentuk ikan segar, namun ada juga yang dikeringkan. Ikan jenis tertentu bahkan bukan hanya dipasarkan ke Muara Kaman, ibu kota kecamatan, tetapi juga hingga Banjar dan Jakarta.


“Pendapatan kami bekerja sebagai nelayan sudah cukup untuk menopang kehidupan kami. Makanya, kami menolak ketika perkebunan sawit akan masuk,” terang Pak Uhay.


Kebun sawit, kata Uhay, diyakini bakal mengubah bentang alam. “Lagi pula lahan di daerah kami ini tidak cocok untuk sawit,” lanjutnya.


Gambut vs sawit 


Muara Siran adalah daerah yang menjadi tempat konservasi lahan gambut, sesuai inisiatif dari Bupati Kutai Kartanegara. Dalam catatan Yayasan Bioma, Kabupaten Kutai Kartanegara mempunyai lahan gambut terluas dibanding daerah lain di Kalimantan Timur. Luasannya kurang lebih 235.862 hektar dan terkonsentrasi di Mahakam Tengah yang meliputi Kecamatan Muara Wis dan Muara Kaman. 


Yang perlu jadi catatan penting adalah Pemerintah terlanjur memberikan 13 izin usaha perkebunan kelapa sawit di Mahakam Tengah, dan itu termasuk Muara Siran di dalamnya. 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Travel Advisory Amerika Jadi Refleksi?

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11