Mengaku Salah, Ini Permintaan Florence pada Pihak UGM

Mahasiswi S2 Notariat Fakultas Hukum Universitas Gajah mada (UGM) Florence Sihombing meminta pihak universitas memberi kesempatan padanya untuk menuntaskan studinya.

NUSANTARA

Jumat, 29 Agus 2014 17:18 WIB

Author

Febriana Sinta

Mengaku Salah, Ini Permintaan Florence pada Pihak UGM

Florence, UGM

KBR, Yogyakarta - Mahasiswi S2 Notariat Fakultas Hukum Universitas Gajah mada (UGM) Florence Sihombing meminta pihak universitas memberi kesempatan padanya untuk menuntaskan studinya.

Permintaan ini diungkap kuasa hukumnya, Wibowo Malik, Jumat (29/8). Florence, kata Malik, meminta maaf kepada dosen Fakultas Hukum, pihak rektorat UGM.

“Florence meminta diberikan kesempatan untuk memperbaiki perbuatannya, serta meminta maaf kepada semua civitas akademika UGM. Dirimya juga memohon agar dapat menyelesaikan kuliahnya," ujar Wibowo Malik kepada wartawan, Jumat (29/8).

Flo, panggilan Florence, dikecam di media sosial karena menghina warga Yogyakarta di akun Path miliknya dengan ungkapan,  "Jogja miskin, tolol, dan tak berbudaya. Teman-teman Jakarta-Bandung jangan mau tinggal Jogja."

Status tulisan di Path tersebut berawal dari kekesalan Flo saat mengisi bensin di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Rabu (27/8). Ia yang menggunakan motor, enggan mengantre. Flo memilih masuk ke antrean mobil dengan dalih ingin mengisi pertamax.  Aksi Flo pun disoraki pengendara yang mengantre, dan petugas SPBU pun menolak melayani Flo,

Dalam pernyataannya melalui pengacaranya, Flo juga meminta maaf kepada Sultan dan seluruh masyarakat Yogya yang tersinggung dengan tulisannya di media sosial.

"Flo juga meminta maaf kepada Sultan dan warga Yogyakarta. Dia juga mengungkapkan keinginannnya untuk bisa tetap tinggal di Yogya," kata Wibowo Malik.

Menurut Wibowo Malik, saat ini Flo menderita sakit. "Dia sakit, tubuhnya gemetaran."

Sementara itu, saat ini dua organisasi masyarakat  telah melaporkan Flo ke Polda DIY. Mereka melaporkan karena merasa terhina sebagai warga Yogyakarta, serta meminta Polisi menjerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Nomor 11 Tahun 2008 pasal 27 ayat 3 dan pasal 45, karena membuat tulisan yang bermuatan penghinaan yang dapat diakses dalam dokumen elektronik. Flo terancam pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda maksimal 1 milyar rupiah.

Rencananya, Senin pekan depan (1/9) Pihak UGM akan memanggil Florence Sihombing. Pemanggilan tersebut untuk meminta pertanggungjawaban karena dinilai menjelekkan nama UGM.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Filipina Memperingatkan Warga Siaga Karena Gunung Taal Berpotensi Meletus Lagi