Mari Bertualang ke Hutan Wisata Kapopo

Dari dalam Taman Hutan Raya Palu melihat indahnya Teluk Palu.

NUSANTARA

Sabtu, 30 Agus 2014 23:45 WIB

Author

Mongabay-Green Radio

Mari Bertualang ke Hutan Wisata Kapopo

Hutan Wisata Kapopo, Palu, Mongabay

Sebanyak 25 pelajar dari berbagai sekolah di Kota Palu tengah berada di dalam hutan wisata Kapopo. Letaknya ada di Desa Ngata Baru, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi. Letaknya sekitar tujuh kilometer dari Palu, di ketinggian 200 meter sampai seribuan meter di atas permukaan laut. Para pelajar ini tengah diajak berkeliling untuk menikmati hutan wisata alam Kapopo. Di sini mereka menelusuri jalur tracking sebanyak 2 kilometer, bersama pemandu wisata yang menjelaskan serba seri tanaman di sana. 


Hutan wisata Kapopo semula dikelola oleh Dinas Pariwisata. Namun per Agustus 2014 lalu, pengelolaan dimandatkan di Dinas Kehutanan Sulawesi Tengah. Di dalam hutan ini ada angsana, cendana, johor serta eboni dan di kelompok satwa ada biawak, burung kakatua kecil jambul kuning dan tekukur. 


Siswa dan guru yang diajak berwisata ke sini mengaku puas. “Tapi pemandu cerita soal burung maleo, rangkong dan anoa,” kata Disti, siswa SMA Madani yang ikut berwisata. Sementara para guru pun juga ikut senang karena “Bosan di tempat wisata umum,” kata salah satu guru, Yenti Rositasari. 


Pemerintah setempat berencana menjadikan hutan wisata Kapopo ini sebagai taman safari mini mengingat ada banyak satwa endemic Sulawesi di sini. 


“Ini rencana ke depan, siapa tahu ada investor yang mau kerjasama,” kata Nahardi, Kepala Dinas Kehutanan Sulawesi Tengah. 


Demi mewujudkannya, Nahardi mengatakan perlunya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah. “Kami tidak ada niat untuk memiliki kawasan ini, jadi harus ada koordinasi yang baik untuk memerangi siapa saja yang berusaha mengeksploitasi kawasan ini.”


Di dalam hutan wisata alam Kapopo ini ada 100 jenis pepohonan, 22 jenis liana, epifit, saprofit dan parasit serta 13 jenis rerumputan dan 5 jenis palem. Topografinya pun bervariasi, ada yang berombak, bergelombang, berbukit sampai bergunung. 


Tulisan ini hasil kerjasama Green Radio dan Mongabay




Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Pemerintah Mesir Didesak Menginvestigasi Dugaan Pembunuhan dan Penyiksaan Oleh Aparat Keamanan

Perkembangan Kondisi Korban Bom Polrestabes Medan

Wacana Sertifikasi Wajib Bagi Calon Pengantin