Kota Timika Mencekam, 5 Warga ditemukan Tewas

KBR, Jayapura- 5 warga Kota Timika ditemukan tewas di sepanjang Jalan Satuan pemukiman (SP) 2 hingga SP 5, Kota Timika sejak malam kemarin, Selasa (12/8/ 2014).

NUSANTARA

Rabu, 13 Agus 2014 16:45 WIB

Author

Katharina Lita

Kota Timika Mencekam, 5 Warga ditemukan Tewas

timika, lima, tewas

KBR, Jayapura- 5 warga Kota Timika ditemukan tewas di sepanjang Jalan Satuan pemukiman (SP) 2 hingga SP 5, Kota Timika sejak malam kemarin, Selasa (12/8/ 2014). Kelimanya ditemukan dalam kondisi bersimbah darah, luka robek terkena senjata tajam dan juga luka terkena panah dan busur.

Juru bicara Polda Papua, Sulistyo Pudjo Hartono mengatakan ada dugaan sejumlah warga yang terbunuh ini karena terkait pasca penemuan jenasah salah satu kepala suku dari Suku Dani, Korea Waker (49 tahun) yang ditemukan tewas di daerah Jembatan Amri III, Kampung Tigapu Distrik Iwaka, Kota Timika.

Akibat temuan jenasah ini warga dari Suku Dani mengamuk dan menyerang siapa saja yang lewat di sejumlah jalan protokol dan jalan lain di Kota Timika. 

Pasca penemuan jenasah Korea Waker pada Senin (11/8/ 2014), warga dari Suku Dani juga membakar salah satu rumah warga di kampung V Apri, Poros Sp V. Rumah tersebut adalah milik warga Bugis, Muhammad Said (70 tahun).

“Muspida datang ke rumahnya Korea Waker. Keluarga Korea Waker menuntut polisi menangkap pelaku dan meminta polisi menjelaskan kronologis dan lain-lain,” jelasnya.

Sejumlah warga tewas yang menjadi korban amukan massa dari Suku Dani diantaranya Muhammad Said (70 tahun) warga SP 5 Mimika, Muhammad Agung Kulaken (27 tahun) yang kesehariannya bekerja sebagai operator senso. Warga SP 7 Mimika, Noris Timang, warga Kwamki Baru Indra Afriadi Saputra (14 tahun) yang masih berstatus pelajar SMAN 2. Kemudian warga SP 5 jalur 4 Mimika Arfi Duran (36 tahun) warga Jembatan Selamat Datang SP 2 Mimika.

Polisi juga menemukan 2 korban luka lainnya atas nama Saiful (35 tahun) warga Jalan Salak SP 2 Mimika yang mengalami luka potong pada mulut dan pergelangan tangan kiri.  Kemudian korban luka yang kedua atas nama Ahmad Rumra (48 tahun) yang kesehariannya bekerja sebagai tukang ojek. Ia merupakan warga Pasar Damai Sempan Timika yang mengalami luka benda tajam dan tusukan panah.

Hingga saat ini Kota Timika masih dalam kondisi mencekam. Sejumlah warga memilih tak keluar rumah. Banyak warga non-Papua juga berjaga di sejumlah jalan protokol dan juga gank-gank pintu masuk ke kompleks mereka. Warga non-Papua ini bergerombol atau berkelompok dan dilengkapi dengan senjata tajam seperti parang dan tombak.


Editor: Luviana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Ilmuan Iran Dibunuh, PBB minta semua pihak menahan diri

Kabar Baru Jam 7

Menagih Penuntasan Kasus Pembunuhan Pendeta Yeremia

Kabar Baru Jam 8

Rumah Sakit Penuh, Pemkab Cilacap Sewa Hotel untuk Karantina Pasien Covid-19